Trimoelja meninggal pada usia 77 tahun pukul 06.20 di RS Mitra Keluarga. Almarhum meninggalkan istri, 3 anak dan 2 cucu.
Selama satu bulan belakangan, Trimoelja memang tengah dirawat di rumah sakit tersebut akibat komplikasi kanker dan infeksi paru-paru.
"Beliau sering keluar masuk rumah sakit. Terakhir hampir sebulan dirawat karena kanker. Awalnya tahun lalu infeksi paru paru, kemudian pulang. Kankernya makin parah," kata salah satu kerabat Trimoelja.
Foto: Zaenal Effendi |
Tak hanya teman seprofesi yang kehilangan, Gubernur Jatim Soekarwo yang melayat ke rumah duka mengaku sangat kehilangan pendekar keadilan bagi rakyat kecil.
"Pendekar dalam hukum dan pendekar yang membela rakyat kecil kita semua kehilangan," kata Soekarwo di rumah duka, Perumahan Rungkut Asri Tengah, Kamis (17/5/2018).
Foto: Zaenal Effendi |
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengaku juga punya banyak kenangan indah dengan almarhum semasa hidupnya, terutama pengorbanan Trimoelja bagi rakyat kecil.
"Beliau orang luar biasa soal keadilan. Dulu bisa korbankan apa saja terhadap ketidakadilan orang kecil," ungkapnya.
Sejumlah kasus pelik dan kontroversial pernah ditangani Trimoelja. Salah satunya terkait dengan kematian aktivis buruh Marsinah pada 1993. Ada lagi kasus penembakan terhadap guru ngaji Riyadu Solihin di Sidoarjo yang dilakukan Briptu Eko Ristanto.
Terakhir, ia juga sempat menjadi ketua tim advokasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama. (ze/lll)












































Foto: Zaenal Effendi
Foto: Zaenal Effendi