Polisi Minta Jenazah Bomber Surabaya Segera Diambil Keluarga

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Rabu, 16 Mei 2018 18:47 WIB
Foto: Jenazah terduga teroris di Surabaya tiba di RS Bhayangkara
Surabaya - Polisi mengimbau keluarga pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo segera mengambil jenazah untuk dimakamkan. Para keluarga bomber diberi waktu maksimal tujuh hari.

"Saya mengimbau melalui media untuk disampaikan kepada siapa saja yang memiliki ikatan keluarga dengan saudara Anton, saudara Tri dan saudara Dita bahwa Bapak Ibu saudara-saudara sekalian bisa hadir ke Polda Jawa Timur, ke Rumah Sakit Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera saat jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018).


Tak hanya itu, Barung juga mengatakan kehadiran keluarga sangat penting untuk diambil DNA-nya guna mengetahui kelanjutan identifikasi pelaku. Namun hingga hari ini, dia mengaku tidak ada satupun anggota keluarga yang mau menjenguk ataupun mengambil jenazah pelaku.

"Karena Polda Jawa Timur memerlukan sekali data sekunder yang akan kita cocokkan antara lain ya golongan darah maupun DNA," lanjutnya.

Kendati telah menemukan anggota keluarga dari A (8), anak dari bomber di Mapolrestabes Surabaya yang selamat. Barung menceritakan jika telah menjemput Paman A, namun yang bersangkutan hanya mengonfirmasi jika dia adalah paman A, dan tidak memiliki hubungan dengan orang tua A.


"Bagaimana kita mau ambil DNA-nya jika yang bersangkutan tidak bersedia dan tidak mengakui. Pamannya hanya mengakui A saja," tambah Barung.

Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan tidak ada keluarga yang mengambil jenazah bomber, Barung mengatakan akan melakukan prosesi penguburan dengan melibatkan beberapa dinas yang terkait seperti Dinas Agama.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan dinas terkait apakah mau dikuburkan atau bagaimana," ungkapnya. (bdh/bdh)