DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 14:07 WIB

Pertamina Prediksi Konsumsi BBM dan Elpiji Naik Hingga 15%

Zaenal Effendi - detikNews
Pertamina Prediksi Konsumsi BBM dan Elpiji Naik Hingga 15% Foto: Istimewa
Surabaya - Mengantisipasi kelangkaan BBM dan elpiji jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) telah menyiapkan langkah, di antaranya penambahan stok.

Hal ini karena Pertamina memprediksi adanya kenaikan konsumsi BBM dan elpiji di Jawa Timur.

"Konsumsi normal harian BBM untuk wilayah Jawa Timur baik gasoline (premium + pertamax series) dan gasoil (solar/bio+ dex series) berada pada kisaran volume 18.286 KL, kami perkirakan naik naik 5%-14% untuk BBM," kata General Manager Pertamina MOR V Ibnu Chouldum dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (16/5/2018).


Puncak peningkatan konsumsi BBM diperkirakan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2018 atau saat Lebaran tiba.

"Seperti tahun sebelumnya, kita bentuk satgas khusus yang bertugas pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri untuk memantau dan mengkondisikan kelancaran penyaluran BBM dan elpiji," ungkapnya.

Pertamina juga akan menyiapkan persediaan mobile storage di 11 titik SPBU serta kios pertamax di 8 titik rest area. "Kami juga menyiapkan motorist Bahan Bakar Khusus (BBK) di ruas tol dan non tol," tambah Ibnu.


Untuk elpiji, rata-rata konsumsi bulanan bersubsidi 3 kg di wilayah Jawa Timur sendiri mencapai 94.679 Metric Ton (MT)/bulan. Namun selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri diprediksi terjadi peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg sebesar 7% dari konsumsi normal bulanan atau meningkat menjadi 101.307 MT.

Sedangkan konsumsi elpiji Non Subsidi (Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 Kg dan elpiji 12 kg) di Jawa Timur juga diprediksi mengalami peningkatan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sebesar 9% (5.006 Metric Ton/bulan) dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan yaitu sebesar 4.593 MT.

"Selain peningkatan stok, kami juga mengamankan pasokan elpiji seperti melakukan built-up stock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet elpiji, membentuk 237 Agen Siaga dan 2.426 Pangkalan Siaga di wilayah Jawa Timur serta pengamanan pasokan elpiji dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109% dari konsumsi normal," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed