Setidaknya ada 21 ribu siswa TK se-Kabupaten Ponorogo serta 1.211 guru TK ikut dalam Gernas Baku ini.
"Ini sebuah gerakan nasional supaya orang tua agar membacakan buku untuk anak-anaknya," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan membaca bagus untuk membentuk generasi emas. Dengan sering membaca membuat, anak-anak akan mendapatkan banyak pengetahuan yang berguna hingga ke masa depan. "Kalau anak dibiasakan membaca maka anak tersebut memiliki pengetahuan luas," ujar Ipong.
Menariknya, meski diberi judul Gernas Baca Buku, nyatanya dari pantauan detikcom, tidak ada kegiatan baca buku yang dilangsungkan di alun-alun tersebut.
Foto: Charolin Pebrianti |
Para siswa TK yang dihadirkan di lokasi hanya diajak senam dan menari bersama.
Hal ini dipastikan oleh staf Humas Pemkab Ponorogo. "Nggak ada baca buku. Cuman senam aja dan sambutan bupati," kata Danang ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/5/2018).
Namun bukannya bergembira, banyak orang tua yang justru mengeluhkan kondisi lapangan yang tidak kondusif untuk anak-anak.
"Boleh ada kegiatan seperti ini, harusnya beberapa kecamatan saja, jangan barengan seperti ini karena tempatnya tidak kondusif bagi anak-anak, kurang ramah," kata salah satu orang tua siswa, Maghfur (36).
Warga Desa Gegeran, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, itu mengaku melihat banyak siswa yang merasa lelah dan rewel akibat panas dan berdebu.
"Untungnya dua anak saya tidak rewel," imbuhnya. (lll/lll)












































Foto: Charolin Pebrianti