DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 11:45 WIB

Bisik-bisik PNS Mojokerto Menanti Aksi KPK Usut Jual Beli Jabatan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Bisik-bisik PNS Mojokerto Menanti Aksi KPK Usut Jual Beli Jabatan Kepala BKPP menuju ruang pemeriksaan KPK/File
Mojokerto - KPK hingga kini belum mengumumkan tersangka pemberi gratifikasi ke Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP). Sayangnya bukan itu yang paling dinanti para PNS. Mereka justru menunggu kasus jual beli jabatan diusut tuntas.

"PNS se kabupaten nunggu gong, kasus jual beli jabatan," kata salah satu PNS di Pemkab Mojokerto yang meminta namanya tidak ditulis, Selasa (8/5/2018).

Menurut dia, tak hanya memperkaya para pihak yang bermain, dugaan jual beli jabatan di Pemkab Mojokerto juga merusak tatanan birokrasi. Betapa tidak, jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimonopoli ASN berduit yang belum tentu mempunyai kompetensi mumpuni.


"Kasihan, banyak yang pintar, tapi tak mau membeli (jabatan)," ujarnya.

Hal senada dikatakan PNS lainnya di lingkungan Pemkab Mojokerto. Menurut ASN yang satu ini, pemeriksaan oknum PNS salah satu OPD Pemkab Mojokerto oleh KPK, paling dinanti.

"Nama itu justru yang ditunggu oleh para ASN karena sebagai pengepul dana, makelar jual beli jabatan," ungkapnya sembari meminta namanya tak ditulis.


Bahkan, tambah dia, peran oknum tersebut kerap mengalahkan atasannya. Praktik jual beli jabatan ini diduga melibatkan Bupati MKP.

"Bahkan atasannya sering dilewati, langsung potong kompas ke atas," terangnya.

Penyidik KPK sendiri menunjukkan sinyal akan mengungkap jual beli jabatan di Pemkab Mojokerto. Salah satunya dengan meminta data mutasi para pejabat mulai tahun 2010, yakni sejak Bupati MKP berkuasa. Data tersebut diminta dari Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso.


Susantoso sendiri tak menampik data mutasi dan pemeriksaan KPK terhadap dirinya terkait kasus jual beli jabatan di Pemkab Mojokerto. "Mungkin (terkait kasus jual beli jabatan, red), semua OPD (organisasi perangkat daerah) nanti," ungkapnya usai diperiksa di Mapolresta Mojokerto, Jalan Bhayangkara, Senin (7/5).

Penyitaan 15 mobil dari showroom Rizky Motor, Jalan Gajah Mada, Mojosari juga disebut-sebut terkait kasus jual beli jabatan. Showroom tersebut milik Nono Suhermanto, kolega Bupati MKP. Nono sendiri kerap dikaitkan dengan penataan pejabat di Pemkab Mojokerto.

Namun, sejauh ini KPK baru menetapkan Bupati MKP sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi. Dia ditahan sejak Senin (30/4). Kasus suap yang menjerat MKP terkait zin pembangunan tower telekomunikasi tahun 2015. Dalam perkara ini, MKP diduga menerima Rp 2,7 miliar dari petinggi perusahaan tower seluler.


Sementara kasus gratifikasi yang menjebloskan MKP ke tahanan terkait proyek jalan cor dan proyek lainnya di Dinas PUPR tahun 2015. Bupati 2 periode ini menjadi tersangka bersama Kadis PUPR periode 2010-2015 Zaenal Abidin. MKP dan Zaenal diduga menerima dana gratifikasi Rp 3,7 miliar.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed