Speedboat Ini Karya Warga Binaan Lapas Porong

Suparno - detikNews
Kamis, 03 Mei 2018 12:54 WIB
Speedboad karya napi Lapas Porong/Foto: Suparno
Sidoarjo - Selama ini warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan dinyatakan bersalah kerap dipandang sebelah mata. Apalagi jika menjadi sindikat peredaran narkoba, membuat citranya makin buruk.

Namun anggapan negatif itu tidak selamanya disematkan ke napi jika mereka memiliki ketrampilan yang menghasilkan karya bermanfaat. Seperti yang dilakukan 15 napi ini.

15 Napi Lapas Kelas I Surabaya di Porong ini berhasil membuat speedboat. Kapal patroli ini terbuat dari fiberglas, berukuran panjang 9,25 meter dan lebar 2,20 meter dengan bobot 2 ton. Berkapasitas 9 penumpang, dilengkapi dua mesin berkekuatan 200 PK, serta mampu berjalan dengan kecepatan 40 knot atau 80 Km per jam.

"Awalnya ide dari Nur Achmad Santoso, Kalapas Porong tahun 2012. Dia ingin mengembangkan pembinaan ketrampinan atau pembinaan kemandirian yang lebih luas lagi, selain yang sudah ada. Membuat terobosan yang berbeda dan lebih fenomenal, kebetulan sebuah kapal," kata Pargiyono, Kalapas Kelas Surabaya di Porong Sidoarjo, Kamis (4/5/2018).

Speedboad karya napi Lapas Porong/Speedboad karya napi Lapas Porong/ Foto: Suparno


Pargiono menerangkan, salah satu satuan kerja Kemenkumham di Batu Nusakambangan banyak memerlukan mobilisasi kapal. Dirancang dan dikonsultasikan membuat kapal. Akhirnya disetujui kemudian turun uang sebesar Rp 430 juta. Selanjutnya merekrut beberapa napi yang mempunyai dasar keahlihan pengelasan dan elektronik.

"Para napi dipandu dua instruktur dari IK ITS Surabaya. Hampir setiap hari kerja mendampingi para napi selama 6 bulan berhasil menyelesaikan pembuatan speedboat ini. Kemudian pada 27 April 2012 diresmikan uji coba di Kali Porong," terangnya Pargiono.

Dia menambahkan, speedboat diberi nama Lopa I karena untuk mengabadikan salah satu penjabat yang pernah berjasa memajukan Lapas di Indonesia, yakni Bharudin Lopa.

"Kapal Lopa I ini, hari ini akan dikirimkan ke Lapas Kelas I Batu Nusa Kambangan di wilayah Cilacap Jawa Tengah," jelas Pargiono. (fat/fat)