Di Tengah Gempuran Kpop, Ini Cara Siswa Santa Maria Cintai Budaya Lokal

Suryaman Candi - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 08:48 WIB
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan siswa Santa Maria Surabaya. (Foto: Suryaman Candi)
Surabaya - Sekolah memiliki caranya masing-masing dalam mendidik siswa agar bisa berkesenian sekaligus tidak melupakan budaya Indonesia. Seperti halnya SMA Santa Maria Surabaya ini.

SMA Santa Maria mempunyai agenda pertunjukan seni tahunan yang diikuti seluruh siswa, tanpa terkecuali. Pertunjukan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 11 yang berjumlah 280 orang.

"Mulai dari penarinya hingga panitianya semua kelas 11. Jadi memang kita buat acara ini, dari siswa untuk siswa," terang Catherina Amelia, guru Sosiologi Santa Maria kepada detikcom, Senin (30/4/2018).

Dijelaskan Catherine, pagelaran seni jadi sarana bagi siswa Santa Maria untuk mengeluarkan bakat seninya yang telah mereka pelajari semenjak duduk di kelas 10. Persiapan pun mulai dilakukan dari awal mereka menginjak kelas 11.

"Sudah dari semester 1. Dari bulan Agustus mereka sudah diberitahu bahwa ada pagelaran seni. Jadi mereka punya waktu beberapa bulan buat mikir tema pagelaran seni mereka nantinya," terang Catherine.

280 Siswa Santa Maria Meriahkan Pentas Seni Budaya IndonesiaFoto: Suryaman Candi

Para siswa pun tidak diberikan batasan dalam berkreasi. Mereka menyajikan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian, puisi hingga drama dan pagelaran musik. Namun di setiap kreasi, alat musik tradisional khas Jawa dijadikan sebagai latar suara.

"Dari total 8 kelas, kita bagi dua. 4 kelas dikhususkan untuk belajar musik dan 4 kelas lain menari," lanjutnya.

Salah satu penampilan yang unik menurut pantauan detikcom adalah drama dari kelas XI IPS 3 dengan judul Pentas. Pertunjukan ini menceritakan gesekan yang terjadi antara budaya barat dan budaya Indonesia sendiri. Steven Tepi, koordinator kelas XI IPS 3 mengatakan, konsep itu disalurkan dalam dua bentuk tarian yang berbeda, yaitu tarian hip hop khas barat dan tarian daerah khas Indonesia.

Steven pun mengungkapkan untuk mempersiapkan drama tersebut, tiap siswa rela pulang tengah malam demi latihan.

280 Siswa Santa Maria Meriahkan Pentas Seni Budaya IndonesiaFoto: Suryaman Candi

"Masalahnya mulai dari dubbing. Awal kita latihan itu smua cocok, tapi nggak tahu kenapa kemarin kita latihan sekali, ternyata nggak cocok. Kita semua sempat turun panggung sampai nangis. Akhirnya kita latihan ekstra tiga jam. Itu kemrin kita kerjain sampe jam 11 malam," jelasnya.

Pengorbanan mereka tidak berujung sia-sia. "Kelas ini memang paling lama persiapannya. Sempat pesimis kemarin, tapi toh hari ini buktinya mereka bisa," ujar Catherine memuji.


Tahun ini, pagelaran seni tersebut diberi tema Estetika Nusantara. FX Rudi Prasetyo, koordinator pagelaran seni mengatakan, acara ini sekaligus juga untuk memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 29 April.

Namun yang berbeda tahun ini adalah pihaknya sengaja mengambil tema Nusantara untuk kembali mendorong rasa cinta budaya Indonesia kepada para siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Darmo, Surabaya ini.

280 Siswa Santa Maria Meriahkan Pentas Seni Budaya IndonesiaFoto: Suryaman Candi

"Kami juga ingin mengembalikan kesadaran budaya dari siswa. Kami ingin mengantisipasi, jangan sampai budaya Indonesia dilupakan melihat banyaknya budaya luar negeri yang masuk seperti K-pop dan lain sebagainya." ujar Pras, sapaan Rudi Prasetyo.

Pagelaran tahun ini juga dihadiri oleh Sukaryanto, Kepala Dinas Pendidikan Cabang Surabaya. Baginya, acara ini mencerminkan bagaimana SMA Santa Maria mampu menyusun kurikulum yang berimbang antara akademis dengan kesenian.

"Saya sangat mengapresiasi melihat SMA Santa Maria mampu menyeimbangkan kurikulumnya dan bisa membuat ruang seni seperti ini untuk para siswa," jelas Sukaryanto dalam sambutannya. (lll/lll)