Ini Cerita di Balik Dugaan Gangguan Jiwa Penghina Nabi

Suparno - detikNews
Jumat, 27 Apr 2018 14:45 WIB
Rendra Hadikurniawan saat diperiksa polisi/Foto: Istimewa
Rendra Hadikurniawan saat diperiksa polisi/Foto: Istimewa
Sidoarjo - Rendra Hadikurniawan (39) ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan Nabi. Pemilik akun Facebook Rendra Hadikurniawan, warga Taman Paris Blok B 33 Perum Puri Surya Jaya Gedangan Sidoarjo, ini dilaporkan ke polisi lantaran unggahan di facebooknya menimbulkan sara.

Menurut teman dekatnya di Partai Demokrat, Juanasari, Rendra orang yang sayang dengan ibunya. Saat itu dirinya berkenalan saat ibu Rendra masih menjadi anggota DPRD Sidoarjo.

"Kami kenal Rendra pada saat ibunya ini sebagai kader Partai Demokrat hingga menjadi anggota DPRD Sidoarjo. Karena dia ini anak tunggal, maka setiap ibunya ada kegiatan Rendra selalu mengikuti," kata Juanasari kepada detikcom di ruang Komisi C DPRD Sidoarjo, Jumat (27/4/2018).


Juanasari mengaku saat ibunya masih sehat, Rendra tidak memiliki gejala apa-apa. Apalagi Rendra dikenal baik dan berharap seperti ibunya yang diidolakan warga Sidoarjo.

"Setelah ibunya sakit, Mas Rendra itu mulai ada perubahan. Saya sendiri kurang tahu persisnya mulai kapan Rendra mengalami perubahan. Saya mengetahui cara berdialognya, terutama dari sosmed, seperti bertengkar dengan pohon, mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi dan lain-lain," tambah Juanasari.

Juanasari mengaku komunikasi terakhir dengan Rendra saat menanyakan kondisi kesehatan ibunya, beberapa waktu lalu. Dan Rendra menjawabnya seperti orang tidak ada gangguan kejiwaan.


"Kami hanya menanyakan kondisi ibunya. "Bagamana mas kondisi kesehatan mama. Tetapi dia jawab, alhamdulillah mbak saat ini mama masih terapi," kenang Juanasari.

Hal yang sama disampaikan Seketaris DPC Demokrat Sidoarjo, Enny Suryani. Dia mengatakan bahwa mengenal Rendra itu dari mamanya sebagai anggota DPRD Sidoarjo, karena dia sering mengantarkan mama pada saat ada kegiatan DPRD.

"Mengetahui Rendra ada kelainan tiga minggu yang lalu, saat kami datang ke rumahnya di Trawas pada saat menjenguk mamanya. Kami kaget akan memasuki rumahnya di teras rumah terdapat gubuk kecil ada arca dan bunga-bungaan," kata Enny.


Enny menjelaskan, komunikasi dengan Rendra itu melalui telepon seluler hanya menanyakan alamat rumah yang ada di Trawas untuk membesuk mamanya. Namun jawaban melalui telepon selulernya itu tidak ada tanda-tanda kelainan jiwa.

"Pada saat ditelepon jawabanya sama dengan orang yang sehat, tapi anehnya pada saat kami datang di rumahnya, ternyata ada keanehan-keanehan. Dan yang terahkir melihat sosmednya, ya seperti itu," jelasnya Enny. (fat/fat)