DetikNews
Rabu 25 April 2018, 17:22 WIB

Direktur Lembaga Rehabilitasi Blitar Tertangkap Nyabu Penyuluh BKKBN

Erliana Riady - detikNews
Direktur Lembaga Rehabilitasi Blitar Tertangkap Nyabu Penyuluh BKKBN Foto: Erliana Riady
Blitar - Kasus penangkapan Direktur Pusat Rehabilitasi Narkoba di Blitar mendapat perhatian serius semua pihak. Utamanya Bupati Blitar Rijanto.

Saat mengetahui informasi itu, Rijanto memerintahkan anak buahnya menelusuri status kepegawaian Indah Susilowati (49).

Rupanya, sejak Januari 2018 tersangka pengguna sabu itu merupakan ASN atau pegawai pusat. Bukan pegawai di lingkungan Pemkab Blitar. Indah Susilowati adalah Petugas Penyuluh KB yang ditarik BKKBN Pusat.

"Karena tersangka ternyata pegawai pusat, maka kewenangan pemberian sanksi juga dari pusat. Yang jelas saya tidak menginginkan dan tidak setuju jika ada ASN mengkonsumsi sabu," kata Bupati Rijanto ditemui di rumah dinasnya, Rabu (25/4/2018).

Menurut Rijanto, pihaknya juga telah memerintahkan dinas terkait segera melaporkan kasus ini ke pusat.


"Dia bekerja bersama rekan-rekan di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKB P3A). Jadi dinas itu sudah saya perintahkan melaporkannya ke pusat," tegasnya.

Sementara Kepala DPPKB P3A Pemkab Blitar Wahid Rosidi membenarkan pernyataan Bupati Rijanto.

"Penangkapan Indah kan terjadi Jumat (13/4) malam. Saya menunggu surat resmi pihak kepolisian. Dan Senin (16/4) saya sudah melaporkan secara resmi melalui BKKBN Provinsi Jatim," terang Wahid melalui saluran telepon.

Sesuai ketentuan dari BKKBN Pusat, lanjut Wahid, sanksi atas kasus yang melibatkan Indah akan ditentukan pusat. Pihaknya hanya diberi kewenangan untuk memberi saran dan melaporkan.

"Tapi telepon dari BKKBN Jatim menyatakan, tunjangan-tunjangan Indah ditangguhkan sampai proses hukumnya selesai. Keputusan lain menunggu dari pusat," ungkapnya.

Indah, juga diketahui sebagai Direktur Yayasan Bina Bangsa Nusantara. Sebuah lembaga yang bertugas merehabilitasi pecandu dan pengguna narkoba. Dia tertangkap tangan mengkonsumsi sabu.

Ironisnya, dia diduga mengajak korban narkoba lainnya, menggelar pesta sabu di tempat rehabilitasi. Bukan menyadarkan para korban narkoba untuk tidak tergantung pada barang haram itu.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed