DetikNews
Rabu 25 April 2018, 17:26 WIB

Masuk Bursa Cawapres Jokowi dan Prabowo, Ini Reaksi Risma

Zaenal Effendi - detikNews
Masuk Bursa Cawapres Jokowi dan Prabowo, Ini Reaksi Risma Wali Kota Risma di kantornya. (Foto: Zaenal Effendi/detikcom)
Surabaya - Nama Tri Rismaharini masuk dalam bursa Cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo berdasarkan survei Litbang Kompas. Risma, panggilan akrab Wali Kota Surabaya ini, mengaku menolak. Bagi dia, jabatan merupakan tanggung jawab besar.

Dengan nada bercanda, Risma mengaku lebih memilih jadi wartawan setelah masa jabatan Wali Kota pada 2021 selesai. "Aku jadi Wali Kota mumet, nanti setelah jadi Wali Kota jadi wartawan. Komunikasi opo, onok ae. Aku di Surabaya teman-teman juga tahu kegiatanku penuh," kelakarnya di ruang kerja di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/4/2018).

Ia mengaku sangat sedih dan mules, saat namanya selalu dikaitkan dengan beberapa Pilkada belakangan ini mulai Pilkada DKI, Pilgub Jatim dan saat ini masuk dalam bursa cawapres Jokowi dan Prabowo.

"Sering disebut, aku sedih, mules terus. kemarin DKI, populer opo padane artis (populer seperti artis saja)," ujarnya sambil memegang perut.

Kader PDIP ini juga menegaskan semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggungjawab yang harus ditanggungnya. Makanya Risma tetap menolak. "Populer opo padane artis, 2,7 persen sak piro rek (2,7 persen itu seberapa). Walah-walah, aku ini sopo sih (aku ini siapa sih). Dipertimbangkan opone (Dipertimbangkan apanya). Aku cawapresmu ae mari, onok ae awakmu iku rek (Aku jadi cawapresmu saja selesai, ada-ada saja kamu ini)," tambahnya sambil tersenyum.


Risma menegaskan amanah merupakan rahasia Tuhan dan tidak bisa dihindari. "Jadi nanti Tuhan yang atur, amanahku opo aku tidak tahu. Yang jelas harus nolak karena berat, karena itu berat tanggung jawabe," katanya.

"Saya sudah sampaikan ke teman teman jabatan tidak boleh diminta, tanggung jawabe abot rek (tanggung jawabnya berat). Teman-teman bisa tak tipu (Teman-teman bisa aku tipu), tapi apa bisa aku nipu sama Tuhan. Gampang nipu teman teman, ngomong ae gampang tapi tanggung jawabe abot, berat sekali itu menyangkut manusia," ungkapnya.

Masuk Bursa Cawapres Jokowi dan Prabowo, Ini Reaksi RismaFoto: Zaenal Effendi/detikcom
Risma mengungkapkan saat Pilkada DKI, dirinya dikejar dan didukung 10 partai jika maju menjadi Gubernur DKI. "Sekarang saya mau bilang, saya buka karena masanya sudah lewat. Waktu di DKI 10 partai ke aku serius, aku ditungggui waktu pergi keluar negeri transit di Hongkong, 10 partai nunggui aku serius. Kalau ada kemampuan saya nolak dan sepanjang aku bisa nolak akan kutolak karena abot iku," tegas Risma.

Ia kembali menegaskan jika dirinya gila jabatan, maka mantan Kepala DKP Kota Surabaya ini sudah memilih maju di Pilkada DKI. "Nek gendeng jabatan budal aku nang DKI, budal rek. Jangankan ngomomg iya, doa ae ora wani, Ya Allah jadikan wapres ora wani (tak berani)," pungkasnya.


Survei Litbang Kompas dilakukan pada 21 Maret hingga 1 April 2018. Responden berjumlah 1.200 orang dan berusia di atas 17 tahun. Mereka dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi dan jumlahnya ditentukan secara proporsional.

Berikut hasil survei Litbang Kompas soal elektabilitas cawapres Jokowi:

Jusuf Kalla: 15,7%
Prabowo Subianto: 8,8%
Gatot Nurmantyo: 5,3%
Susi Pudjiastuti: 4,8%
Mahfud MD: 3,8%
Wiranto: 3,2%
Agus Harimurti Yudhoyono: 3,1%
Sri Mulyani: 2,8%
Tri Rismaharini: 2,7%
Anies Baswedan: 1,9%

Sementara hasil survei elektabilitas cawapres pendamping Prabowo:

Gatot Nurmantyo: 8,3%
Anies Baswedan: 6,8%
Wiranto: 4,5%
AHY: 3,9%
Jusuf Kalla: 3,0%
Susi Pudjiastuti: 2,5%
Mahfud MD: 2,4%
TGB Zainul Majdi: 2,2%
Sri Mulyani: 1,9%
Tri Rismaharini: 1,5%


(ze/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed