Hal itu dikatakan Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto saat jumpa pers di kantornya, Jalan Wahid Hasyim, Kamis (19/4/2018) sore. Menurut dia, tersangka Erwin Yulianto (33) tega menghabisi nyawa adik iparnya karena dendam.
"Adik kandung tersangka yang dinikahi korban sering dianiaya korban selama menikah 6 tahun pernikahan mereka. Istri korban sudah 6 kali keguguran karena stiap hamil didorong jatuh dan keguguran oleh korban," kata Fadli.
Penganiayaan itu, lanjut Fadli, terakhir kali dilakukan Slamet pada Februari 2018. Saat itu korban mendorong istrinya yang sedang hamil 6 bulan hingga terjatuh dan keguguran.
"Masalah ke dua soal uang hasil penjualan rumah induk yang seharusnya diberikan kepada adiknya tersangka untuk dibuat uang muka rumah Rp 70 juta dihabiskan oleh korban. Tak tahu untuk apa penggunaannya sehingga membuat tersangka marah," ungkapnya.
Sementara Erwin Yulianto (33) diancam hukuman mati usai melakukan pembunuhan berencana terhadap adik iparnya. Pria lajang asal Kota Mojokerto ini justru mengaku lega bisa melampiaskan amarahnya terhadap korban.
![]() |
"Biar adik saya tak diganggu lagi karena yang membuat masalah (korban Slamet, red) sudah tidak ada, saya sudah lega," kata Erwin kepada wartawan.
Dia mengaku menyiapkan pembunuhan tersebut. Sebelum menemui korban, Erwin lebih dulu mengasah pisau belati di tempat kerjanya. Pisau tersebut pemberian rekannya saat bekerja di Malang tahun 2008 silam. Tersangka pun siap menanggung akibat dari perbuatannya itu.
"Saya siap menjalani hukuman," ujarnya.
Amarah tersebut akhirnya dilampiaskan Erwin dengan membunuh korban, Selasa (17/4). Pria lajang asal Kelurahan Purwotengah, Kranggan, Kota mojokerto ini menggorok leher adik iparnya dengan pisau saat melintas di simpang 4 Tunggorono, Jombang Kota sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat kejadian, tersangka dibonceng korban menggunakan sepeda motor Honda Revo nopol S 6291 JI. Akibatnya, Slamet terkapar di simpang 4 Tunggorono. Pria asal Perumahan Tunggorono, Jombang Kota ini tewas bersimbah darah di lokasi kejadian.
Tersangka yang sempat kabur, akhirnya bisa diringkus polisi bersama warga di Perumahan Tunggorono. Polisi juga mengamankan barang bukti pisau sepanjang 30 cm yang digunakan tersangka menganiaya korban. (fat/fat)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini