DetikNews
Kamis 19 April 2018, 16:14 WIB

CEO Arema FC: Kami Akui Lalai Sampai Ada Korban Jiwa

M Aminudin - detikNews
CEO Arema FC: Kami Akui Lalai Sampai Ada Korban Jiwa Foto: M Aminudin
Malang - Arema FC mengakui lalai karena laga menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu berakhir ricuh hingga memakan korban jiwa.

Satu suporter tewas setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Korban adalah Dhimas Duha Romli (16), berstatus pelajar kelas I di SMKN 1 Janti, Kota Malang.

Hingga kini belum terungkap penyebab pasti kematian warga Jalan Kepuh I, Sukun, Kota Malang tersebut.

"Kami akui ada kelalaian, sampai ada korban jiwa. Kami mohon maaf dan akan menjadi pelajaran ke depan," tegas CEO Arema FC Iwan Budianto pada wartawan di Kandang Singa Jalan Mayjen Panjaitan, Kamis (19/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]




Iwan mengungkapkan, kelalaian terjadi di berbagai unsur, mulai panpel berikut dengan pengaman internal pertandingan (match steward), kepolisian, serta perangkat lain.

Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris menambahkan pihaknya mengakui ada tindakan berlebihan dari match steward. Tetapi Haris juga menyebut, tujuh orang macth steward menjadi korban luka, begitu juga aparat kepolisian.

"Kami (panpel) ingin mendapatkan petunjuk dari PSSI maupun operator liga, bagaimana mengamankan sebuah pertandingan. Karena yang terjadi, kami juga bingung harus berbuat bagaimana. SOP-nya akan kita tanyakan dan dipertajam lagi," ujar Haris.


Iwan juga menyadari sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mungkin terabaikan pada saat itu, namun saat ini pihaknya tak ingin berlarut-larut membahas apakah SOP sudah dijalankan atau tidak.

"Kita evaluasi semua, match steward, panpel, aparat keamanan yang membantu pengamanan pertandingan. Ini hal baru, kami mengakui ada kelalaian," tegas pengurus PSSI ini.

Sebagai pemegang kendali manajemen, Iwan tak ingin mencari kambing hitam atas rusuh yang terjadi pada laga, Minggu (14/4/2018), malam itu.

"Kami terlalu menganggap remeh, bagaimana kesulitan dalam menangani keamanan sebuah pertandingan harus diperbaiki ke depan. Match Steward juga terlalu berlebihan, sampai ada pemukulan, kita akan berikan sanksi," tandasnya.


Iwan juga memastikan Arema FC akan menerima sanksi yang akan diberikan Komdis. Rencana untuk melakukan banding juga tak dibenarkan olehnya.

Kisruh pecah saat laga Arema FC menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (14/4/2018) malam. Ratusan suporter menjadi korban. Enam di antaranya hingga saat ini mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit dan satu suporter meninggal dunia.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed