DetikNews
Kamis 19 April 2018, 10:41 WIB

Manajemen Arema Tunggu Keterangan Resmi Penyebab Kematian Suporter

M Aminudin - detikNews
Manajemen Arema Tunggu Keterangan Resmi Penyebab Kematian Suporter Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Belasungkawa disampaikan manajemen Arema FC atas meninggalnya Dhimas Duha Romli (16), salah satu suporter yang menonton laga Arema FC menjamu Persib Bandung yang berakhir ricuh pada Minggu (14/4) malam.

Manajemen juga menunggu keterangan resmi dari rumah sakit terkait penyebab kematian korban.

[Gambas:Video 20detik]


"Kami berduka cita sedalam-dalamnya, atas meninggalnya almarhum (Dhimas Duha). Ini akan menjadi pelajaran sangat berharga," ungkap Media Officer Arema FC Sudarmadji pada wartawan, Rabu (18/4/2018) malam.

Sudarmadji mengaku manajemen telah berupaya maksimal untuk membantu penanganan medis pelajar SMK Negeri 1 Janti, Kota Malang ini, termasuk merujuk korban dari sebuah rumah sakit swasta ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA).

Ketika dirujuk pada Rabu (18/4) siang, kondisi Dhimas kala itu diakui sudah kritis.

"Tentunya kami sudah berupaya membantu penanganan almarhum, dengan merujuk ke RS Saiful Anwar. Tetapi Tuhan berkehendak lain," ujarnya.


Sudarmadji menceritakan awalnya almarhum berobat sendiri ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Malang atas inisiatif keluarganya. Kemudian kabar tentang almarhum tersebar di media sosial.

Manajemen langsung datang dan melihat kondisi kesehatan almarhum dan membantu penanganan medis.

"Sekitar pukul 11 siang, almarhum sudah dalam kondisi kritis. Salah satu perwakilan keluarga mendatangi posko pengaduan, meminta manajemen turun tangan, itu sekitar pukul 1 siang. Kami kemudian merespon dan merujuk almarhum ke Saiful Anwar (RSSA) dan sore mendengar kabar korban meninggal dunia," tutur Sudarmadji.


Pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kematian korban. Dari informasi awal yang disampaikan keluarga, bahwa siswa kelas 7 SMK ini mengalami sesak nafas.

"Penyebabnya belum, kami juga menunggu secara resmi penyebabnya. Informasi awal sesak nafas, sesuai yang disampaikan keluarga," ungkapnya.

Ia mengaku, beberapa korban yang kini tengah menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit, termasuk RSSA, juga mendapatkan penanganan terbaik.

"Untuk korban masih di rumah sakit, kami juga meminta adanya perawatan terbaik. Semua ditanggung oleh manajemen. Dua di antaranya di RSSA," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed