DetikNews
Selasa 17 April 2018, 19:39 WIB

Polres Jember Tangkap Pembuat dan Pengedar Upal Pecahan Rp 20 ribu

Yakub Mulyono - detikNews
Polres Jember Tangkap Pembuat dan Pengedar Upal Pecahan Rp 20 ribu Foto: Yakub Mulyono
Jember - Polres Jember berhasil menangkap seorang pembuat sekaligus pengedar uang palsu (upal). Selain menahan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 101 lembar uang palsu pecahan Rp 20 ribu.

"Tersangka kita tangkap setelah membelanjakan uang palsu di sebuah warung di Kecamatan Jombang," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (17/4/2018).

Tersangka bernama Sukamim (30), warga Dusun Rojobalen, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang. "Yang bersangkutan membuat uang palsu dengan mesin fotokopi warna. Sudah berlangsung selama dua minggu dan baru kemarin malam diedarkan," papar Kusworo.

Modusnya, tersangka membeli dua bungkus rokok dengan harga Rp 32 ribu. Tersangka kemudian membayar dengan uang palsu Rp 20 ribu dicampur dengan uang asli pecahan Rp 2.000.

Namun upaya tersangka mengelabui pemilik warung ini gagal. Sang pemilik warung mampu mengenali uang Rp 20 ribu yang dibayarkan tersangka merupakan uang palsu. Dari sini akhirnya kedok pelaku terungkap.

"Dari hasil pendalaman yang kita lakukan, tersangka bekerja sendiri. Dia sengaja memalsukan pecahan Rp 20 ribu, karena kalau Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu khawatir mudah dikenali," terang Kusworo.

Polres Jember Tangkap Pembuat dan Pengedar Upal Pecahan Rp 20 ribuFoto: Yakub Mulyono

Tersangka, lanjut Kusworo, akan dijerat dengan UU nomor 7 tahun 2011 pasal 36 tentang mata uang, juncto pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara menurut Kasir Senior Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jember, Joni Setia Hadi, upal yang dibuat tersangka berkualitas rendah. Oleh karena itu, upal ini mudah dikenali.

"Dari kasat mata saja sangat mencolok sekali uang yang diedarkan tersangka sangat jauh sekali bedanya dengan uang asli," jelas Joni.

Warnanya juga terlihat sangat pucat dan benang pengamannya juga tidak ada. Selain itu, angka pecahan Rp 20 ribu juga tidak berpendar ketika diterangi dengan sinar ultraviolet.

"Kalau diterawang juga tidak ada watermark atau tanda air. Jadi sangat jelas sekali kalau ini bukan uang asli," tandas Joni.

Joni menambahkan, untuk pecahan Rp 20 ribu, sudah ada 11 pengaman yang ditanamkan agar tidak mudah dipalsukan.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed