DetikNews
Senin 16 April 2018, 18:35 WIB

Keren, Pajak Daerah di Surabaya Bisa Dibayar Via Online

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Keren, Pajak Daerah di Surabaya Bisa Dibayar Via Online Foto: Istimewa
Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) melakukan kerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, terkait pembayaran pajak daerah yang kini menggunakan transaksi digital.

Sebelumnya, Pajak Bumi Bangunan (PBB) sudah menerapkan model pembayaran semacam ini. Kerjasama kali ini adalah untuk memudahkan pajak lainnya seperti pajak hotel dan reklame.

"Awal Bulan Mei 2018, 8 jenis pembayaran pajak seperti hotel, restoran, hiburan, reklame, Penerangan Jalan (PPJ), parkir, air dan tanah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) akan direalisasikan," kata Regional CEO Bank Mandiri Region 8 Jawa Tiga, R. Edward Djoko Hermawan usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama di kantor Dinas Pendapatan dan Pajak Daerah (DPPK) Surabaya, Senin, (16/4/2018).

Dengan transaksi digital, tambah Djoko, maka warga akan dipermudah dan dipercepat dalam pembayaran pajaknya.

"Biasanya, warga berbondong-bondong ke kantor pajak, kini cukup membayar melalui SMS banking, mobile banking system, internet banking, khususnya ATM banking mandiri yang saat ini jumlahnya mencapai 1.050 se-Jawa Timur," ujar pria berkacamata ini dalam rilis yang diterima detikcom.


Djoko pun mengakui jika program pembayaran pajak daerah secara digital yang sudah maupun masih dalam proses implementasi di lingkungan Pemkot Surabaya ini telah terkoneksi dengan apik. "Harus diakui sistem pembayaran pajak di Pemkot Surabaya sangat baik dan berbeda dengan kota-kota yang lain," ungkap Djoko.

Dengan adanya terobosan semacam ini, Djoko pun berharap sudah tidak ada lagi hambatan dari warga dalam urusan membayar pajak daerah. Selain cepat dan mudah, akurasi angka yang dibayarkan juga terjamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono menambahkan pembayaran pajak daerah secara digital diharapkan lebih mampu mendongkrak minat masyarakat dalam membayar pajak.

"Harapannya tidak semua nasabah mengantri di bank Jatim atau di loket pajak, tetapi menggunakan bank lainnya untuk mengantisipasi jumlah antrian," terangnya.

Yusron juga meminta Bank Mandiri selaku salah satu mitra Pemkot untuk lebih gencar mensosialisasikan pembayaran pajak daerah secara digital. "Jadi nasabah tidak perlu datang ke bank, cukup membuka gadget masing-masing, mereka bisa membayar kapan dan dimanapun. Hitung-hitung menghemat waktu dan energi," jelas Yusron.

Hingga saat ini, sektor pajak daerah yang menghasilkan nilai cukup besar adalah pajak bea perolehan BPHTP. Menurut Yusron, alasan tingginya BPHTP dikarenakan nilai rumah dan tanah semakin hari terus meningkat. "Hal ini membuat warga sadar untuk rutin membayar pajak," tandas alumni Sekolah Tinggi Akutansi (STAN) tersebut.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed