DetikNews
Minggu 15 April 2018, 23:15 WIB

Ini Penyebab Rusuhnya Laga Arema vs Persib Versi Panpel

Muhammad Aminudin - detikNews
Ini Penyebab Rusuhnya Laga Arema vs Persib Versi Panpel Penonton merangsek masuk stadion (Foto: Muhammad Aminudin/detikSport)
Malang - Rusuh pecah ketika laga Arema FC menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan. Apa yang menjadi penyebab kerusuhan? Begini kronologinya versi panpel.

Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris bersama Media Officer Arema FC Sudarmadji menyampaikan bagaimana situasi rusuh itu terjadi menurut versi mereka.

Sudarmadji mengatakan tanda akan adanya reaksi dari suporter sudah terlihat, saat wasit Handri Kristanto memberikan tambahan waktu 3 menit. Saat itu, laga pekan keempat Liga 1 Gojek 2018 sudah memasuki 90 menit dengan kedudukan imbang 2-2.

[Gambas:Video 20detik]




Hadiah kartu merah kepada Dedik Setiawan yang dianggap melanggar pemain Persib Bandung pada masa injury time memicu emosi suporter.

"Gejala akan adanya reaksi suporter sudah terlihat, ketika Dedik mendapatkan kartu merah. Penonton diduga kesal dengan keputusan wasit dan memicu mereka turun dari tribun," beber Sudarmadji kepada wartawan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018).

Sudarmaji mengaku akan melaporkan deretan peristiwa secara obyektif kepada penyelenggara liga. Tentunya berbekal dari kronologi serta rekaman video yang dimiliki.

"Kami akan melaporkan seobyektif mungkin atas peristiwa yang terjadi. Kepada penyelenggara liga," tegasnya.


Dari pantauan detikcom, detik-detik insiden terjadi saat wasit Handri Kristanto memberikan tambahan waktu 3 menit. Saat itu skor pertandingan imbang 2-2. Suporter di tribun sebelah timur, merangsek turun ke dalam lapangan. Reaksi ini mendapatkan hadangan dari match steward (pengaman internal lapangan).

Baku hantam antara suporter dengan match steward sempat terjadi, hingga memperpanjang insiden. Petugas kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata ke arah suporter untuk mengendalikan situasi.

Rusuh tak berlangsung lama, ketika polisi menembakkan gas air mata. Situasi kembali reda hingga pengawas pertandingan menghentikan pertandingan. Banyak korban berjatuhan, mereka dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed