Kades yang Dikibuli Pelaku Ritual Seks Menyimpang Buka Suara

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 13 Apr 2018 16:38 WIB
Alat-alat yang diminta pelaku untuk disediakan sebagai bahan ritual. (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Seorang kepala desa di Trenggalek buka suara terkait aksi SS (55), pria pensiunan PNS asal Kabuh, Jombang yang juga pelaku ritual seks menyimpang. Kades berinisial ST ini tahu dikibuli, tapi pura-pura mengikuti perintah pelaku untuk melakukan ritual.

ST mengaku tidak hanya sekali dihubungi via telepon dan SMS oleh pelaku pada awal Maret 2018. Pelaku menyebut dirinya camat Gandusari dan mengaku diperintahkan cawagub untuk membantu ritual Ngunduh Yoni. "Kata dia (pelaku), ritual itu dimaksudkan untuk menambah kewibawaan sang cawagub," kata ST saat dihubungi detikcom, Jumat (13/4/2018).

Ritual Ngunduh Yoni harus dilakukan di hutan. Caranya tubuh korban dilumuri tinta printer berwarna hitam agar menyerupai banteng. Tubuh juga harus digosok dengan sikat pembersih panci sampai merasakan sakit.

"Dia juga minta agar saya bersuara layaknya banteng," kata ST.


ST mengaku tahu dirinya ditipu sebab setelah berkomunikasi dengan pelaku, ia mengkroscek ke camat Gandusari. Ternyata sang camat tak pernah menelepon atau mengirim SMS. Selain itu, Pada tahun 2016, ST juga pernah ditelepon pelaku.

Dalam komunikasi berikutnya, ST berpura-pura mengikuti arahan pelaku untuk melakukan ritual Ngunduh Yoni. Lokasinya batal di hutan, tapi di kamar. Bahan-bahan yang diminta pelaku untuk ritual di antaranya lima botol tinta printer hitam, alat penggosok panci, sikat gigi, senter, sarung, dan beberapa piranti lainnya.

"Saya pura-pura mengikuti perintah pelaku," jelasnya.


Ternyata ritual itu hanya modus pelaku melakukan seks menyimpang. Saat korban melakukan perintah, ia berfantasi dan melakukan masturbasi hingga orgasme.

"Tersangka ini libido seks menyimpang itu cukup tinggi, sehingga ketika dia sedang ingin, maka akan menghubungi korban. Ini sesuai keterangan dan barang bukti SMS maupun print dan rekam jejak telepon dia (pelaku)," jelas Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana.

Saat ini pelaku diamankan polisi. Dia mencatut nama pejabat dan cagub-cawagub dan menyasar PNS dan personel TNI-Polri. Diduga, ada 174 orang tertipu dan mengikuti perintah pelaku untuk melakukan ritual.


Video 20Detik: Penipu Berkedok Seks Menyimpang Idap Kelainan Sejak Remaja

[Gambas:Video 20detik]

(trw/trw)