Gurihnya Ikan Mujair Asap Khas Sidoarjo

Suparno - detikNews
Rabu, 11 Apr 2018 08:54 WIB
Foto: Suparno
Sidoarjo - Sidoarjo dikenal dengan hasil olahan udang dan ikan bandengnya. Biasanya keduanya disajikan dengan cara diasap. Namun tidak hanya udang dan ikan bandeng saja yang diasap.

Ada pula ikan mujair asap yang tidak kalah gurihnya dengan bandeng asap, apalagi bila disajikan dengan sambal terasi.

Salah satu sentra usaha ikan mujair asap di Sidoarjo berada di Desa Penatar Sewu Kecamatan Tanggulangin. Di desa ini sebagian besar masyarakatnya melakukan pengasapan ikan mujair.

Aktivitas pengasapan ikan mujair biasanya dimulai sekitar pukul 06.00 hingga pukul 13.00 WIB. Sebelum dilakukan pengasapan, ikan mujair segar yang baru didapat dari tambak tersebut kemudian dibersihkan. Selanjutnya dicuci dengan air mengalir. Setelah tertata rapi kemudian diasap di atas panggangan besi di dalam tungku.

"Ikan ini sebelum diasap dibersihkan secara manual. Setelah selesai dicuci baru diasap. Pengasapannya perlu hati-hati agar ikan tidak terlalu hitam," kata Masruroh (25), salah satu penjual mujair asap kepada detikcom di rumahnya, Rabu (11/4/2018).

Gurihnya Ikan Mujair Asap khas SidoarjoProses pengasapan ikan mujair membutuhkan waktu selama tiga jam. (Foto: Suparno)

Warga Desa Penatar Sewu RT 8 RW 2 ini mengaku setiap harinya menghabiskan 2,5 hingga 3,5 kuintal ikan mujair segar. Ikan mujair segar ini didapat dari tambak. Biasanya sang suami yang bertugas membeli ikan segar.

"Kalau ingin mendapatkan jumlah yang banyak berangkat lebih awal sekitar pukul 03.00 dini hari," tambah Masruroh.

Masih kata Masruroh, dengan berangkat ke tambak lebih awal, maka mereka bisa memulai proses pengasapan lebih awal, yaitu sekitar pukul 07.00 pagi. Ini karena proses pengasapan yang membutuhkan waktu selama tiga jam.

"Proses mulai awal kami kerjakan dengan suami, setelah menjadi ikan asap pemasarannya juga kita berdua. Saya jual ke Pasar Porong, sementara suami berjualan keliling ke perumahan-perumahan," terangnya.

Masruroh menjelaskan, bisnis ikan mujair asap ini sudah dilakoninya sejak empat tahun yang lalu, meneruskan usaha milik orang tuanya. Bicara tentang keuntungan yang didapat dari pengasapan ikan mujair ini, Masruroh mengaku lebih dari cukup. Apalagi selain menjual ikan mujair asap ke pasar-pasar, ia juga banyak menerima pesanan.

"Kalau ada pesanan untungnya cukup lumayan. Ikan mujair segar kami membeli per kilonya Rp 23 ribu, sementara setelah menjadi ikan mujair asap dijual Rp 48 ribu perkilonya. Per harinya bisa untung antara Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu," pungkasnya.

(lll/lll)