Ini Sosok Kusnan Pimpinan Ritual Penyembuhan Renggut 3 Nyawa

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 15:40 WIB
Kusnan masih dijadikan saksi/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Bindereh Kusnan tak pernah menyangka ritual penyembuhan di Pantai Paseban yang dipimpinnya berujung maut. Apalagi ritual yang menelan tiga korban membuatnya berurusan dengan polisi.

"Saya lebih bertujuan membantu, yang di Paseban itu sampai saat ini nggak dibayar," kata Kusnan, Senin (9/4/2018).

Menurut pria berusia 30 tahun itu, dia memang sering diminta tolong mengobati sejumlah penyakit. Kendati demikian, dia tidak membuka praktik khusus.

"Saya lupa sejak kapan, yang jelas saya tidak buka praktik khusus. Niatnya hanya membantu," kata Kusnan.

Sejumlah warga yang butuh pertolongan, datang ke rumahnya yang berada di Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron, Probolinggo. Sebagian besar mereka mengalami sakit stroke.

"Alhamdulillah sebagian besar sembuh setelah saya obati. Ya kadang pakai ritual kadang pakai doa-doa," katanya.

Kusnan mengaku tak memasang tarif khusus dalam melakukan pengobatan. Dia menerima berapa pun pemberian pasien.

"Yang penting ikhlas, berapa pun saya terima. Kadang Rp 20 ribu, tapi ada juga yang memberi sampai Rp 200 ribu. Nggak mesti," katanya dengan logat Madura yang kental.

Karena kemampuannya mengobati orang sakit dan dinilai memiliki ilmu spiritual mumpuni, Kusnan oleh warga dipanggil dengan sebutan Bindereh, yang artinya Tuan. Nama Bindereh Kusnan pun cukup dikenal di kalangan masyarakat Kecamatan Maron dan Krucil, Probolinggo.


"Saya tidak tahu kenapa kemudian oleh orang-orang saya dipanggil Bindereh Kusnan," ujarnya.

Tentang ritual di Pantai Paseban, Jember yang berujung maut, menurut Kusnan ritual itu bertujuan untuk menyembuhkan penyakit salah satu pasiennya bernama Alma (25). Perempuan warga Desa Roto, Kecamatan Krucil, Probolinggo itu menderita penyakit yamg membuat kakinya membengkak.

Pihak keluarga pernah memeriksakan Alma ke rumah sakit. Namun hasil pemeriksaan dinilai keluarga tak masuk akal. Alma divonis menderita penyakit jantung dan thypus. Akhirnya pihak keluarga memutuskan membawa Alma berobat ke Bindereh Kusnan.


"Jadi tujuan ke Paseban untuk menyembuhkan Alma. Saya tidak tahu ternyata yang berangkat banyak. Mungkin juga ingin mengantar, sebab sebagian besar yang ikut adalah keluarganya," kata Kusnan.

Namun alih-alih penyakit yang diderita Alma sembuh, ritual yang dilakukan di pantai laut selatan itu justru menelan korban jiwa. Tiga orang tewas setelah digulung ombak saat melakukan ritual. Mereka adalah Supri, Ahmad dan Sunari.

Ironisnya, dua korban meninggal merupakan keluarga dekat Alma. Supri merupakan ayah Alma, sedangkan Sunari adalah pamannya.

"Saya benar-benar tidak menyangka akan menjadi seperti ini," ujar Kusnan lirih. (fat/fat)