"Sudah kita pindah dini hari tadi berangkat. Sekarang dirawat di RSUD kota Magelang. Alasan pindah bukan apa-apa hanya karena biar dekat dengan keluarga. Kalau di Caruban jauh dari keluarga," jelas guru pendamping SMAN 2 Magelang, Priyo (41) saat dihubungi detikcom, Jumat (6/4/2018).
Dalam kasus kecelakaan ini, pihak sekolah juga meminta pertanggungjawaban dari pihak biro tur. Pihaknya mengaku telah memiliki kesepakatan antara SMAN 2 Magelang dengan biro tur.
"Sudah ada MoU sejak awal. Semua klaim Jasa Raharja juga sudah clear bisa dijalankan. Semua tertanggung biro dan Jasa Raharja, karena setiap anak diasuransikan," tutur Priyo.
Kelima korban luka yang merupakan penumpang bus sebelumnya dirawat di ruang Asoka RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, di antaranya:
1. Sandika (28) guru, mengalami luka lecet pada kaki dan tangan
2. Arya (30) biro tur, mengalami luka pada pelipis, kaki serta tangan
3. Nuli Ursirini (52) guru, mengalami luka di kepala
4. Mohamad Irza (17) siswa, mengalami luka pada kaki dan tangan
5. Zaki (17) siswa, mengalami luka trauma pada tulang rusuk akibat benturan keras
Jenazah satu korban meninggal atas nama Amben (42), kernet bus pariwisata, warga Rembang, Jawa Tengah juga telah dipulangkan ke Magelang bersama rombongan penumpang yang mengalami luka.











































