Kelima korban luka tersebut saat ini dirawat di ruang Asoka RSUD Caruban, Kabupaten Madiun. Identitas kelima korban tersebut di antaranya:
1. Sandika (28) guru, mengalami luka lecet pada kaki dan tangan
2. Arya (30) biro tur, mengalami luka pada pelipis, kaki serta tangan
3. Nuli Ursirini (52) guru, mengalami luka di kepala
4. Mohamad Irza (17) siswa, mengalami luka pada kaki dan tangan
5. Zaki (17) siswa, mengalami luka trauma pada tulang rusuk akibat benturan keras
Saat ini kelima korban luka belum bisa diajak berbicara karena masih trauma atas kejadian kecelakaan. "Belum bisa diajak ngobrol mas. Masih trauma dan istirahat," tutur guru pendamping SMAN 2 Magelang, Priyo (41) di ruang Asoka RSUD Caruban.
Foto: Sugeng HariantoSelama 2 x 24 jam ke depan, kondisi kelimanya masih akan dipantau mengingat kebanyakan korban masih mengalami trauma.
"Untuk korban luka ada 5 orang. Masih butuh perawatan nunggu perkembangan 2 kali 24 jam dulu perkembangan seperti apa. Kalau memang harus dirawat ya harus pengobatan di RS," jelas Humas RSUD Caruban Yoyok Setiawan melalui dokter jaga kepada detikcom, Kamis (5/4/2018).
Dari data yang dihimpun detikcom, terdapat 6 rombongan bus pariwisata dari SMAN 2 Magelang yang melakukan perjalanan pulang seusai study tour ke Bali.
Namun saat sampai di tol Ngawi-Kertosono KM 586, bus pariwisata yang posisinya paling depan dengan nopol K 1627 GD dan dikemudikan oleh Sayono (50) diduga mengalami pecah ban lalu oleng menabrak truk tronton yang bermuatan minyak goreng yang hendak disalipnya.
Satu korban meninggal atas nama Amben (42), kernet bus pariwisata, warga Rembang, Jawa Tengah. Tubuh korban dilaporkan hancur karena terhimpit badan bus dan truk saat bertabrakan.
Foto: Sugeng Harianto |












































Foto: Sugeng Harianto