Arkeolog Sangiran Ikut Teliti Lokasi Temuan Fosil di Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 02 Apr 2018 18:07 WIB
Tim BPSMP Sangiran meninjau titik kedua penemuan fosil di Ngawi. (Foto: Sugeng Harianto)
Ngawi - Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sragen Jawa Tengah ikut turun tangan dalam meneliti fosil-fosil gajah purba yang ditemukan baru-baru ini di Ngawi.

Hari ini, Senin (2/4/2018), empat orang anggota tim dari BPSMP Sangiran mendatangi dua titik lokasi penemuan fosil tersebut, yang terletak di lahan milik Perhutani di Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi.

"Kita ada empat dari arkeolog Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sragen Jawa Tengah. Tujuan kita untuk melakukan penelitian terkait temuan fosil kaki gajah yang ada di Rejuno sini," jelas anggota tim arkeolog BPSMP Sangiran Niko Albertus kepada wartawan di Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Desa Rejuno Kecamatan Karangjati, Senin (2/4/2018).

Arkeolog Sangiran Ikut Teliti Lokasi Temuan Fosil di NgawiTim BPSMP Sangiran meninjau titik pertama penemuan fosil di Ngawi. (Foto: Sugeng Harianto)

Penelitian ini, lanjut Niko, digelar dengan melibatkan arkeolog biologi dan geologi sebagai pakar dalam hal fosil. Untuk bahan penelitian, selanjutnya tim membawa satu fragmen fosil serta tanah yang ada di lokasi temuan.

"Tim dari BPSMP Sangiran, ada arkeolog biologi dan geologi. Kita membawa satu fragmen fosil serta tanah yang ada di lokasi temuan," ungkapnya.

Niko mengungkapkan, hasil penelitian terkait fosil yang berusia jutaan tahun itu diperkirakan baru bisa diungkap dalam kurun dua hari.


Pantauan detikcom di lapangan, keempat tim arkeolog BPSMP Sangiran saat berada di lokasi juga ditemani perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ngawi serta kepala Administratur Perum Perhutani KPH Saradan, Djohan Surjo Putro.

"Setelah ada penelitian kita akan berkoordibasi dengan perhutani pusat untuk mekanisme jika fosil dibawa ke Museum Trinil," jelas Djohan saat melakukan pendampingan.

Saat ini total 297 fosil yang ditemukan di Ngawi dalam berbagai ukuran. Yang terbesar adalah bagian kaki gajah purba dengan panjang mencapai 90 cm dan diameter 20 cm. Sisanya berupa serpihan tulang yang rusak akibat terkena benda tajam saat penggalian.

Fosil-fosil tulang ini rata-rata berukuran panjang antara 3-15 cm dengan diameter 3-5 cm. Selain fosil gajah purba, tim peneliti juga menemukan fosil tanduk hewan banteng dengan panjang 43 cm dan diameter 27 cm.
Arkeolog Sangiran Ikut Teliti Lokasi Temuan Fosil di NgawiTim BPSMP Sangiran mengambil fragmen tanah di lokasi penemuan fosil. (Foto: Sugeng Harianto)
(lll/lll)