Tinjau UNBK di SMKN 2 Surabaya, Soekarwo: CCTV Jalan Tanpa Pengawas

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 02 Apr 2018 10:52 WIB
Pakde Karwo meninjau hari pertama pelaksanaan UNBK di SMKN 2 Surabaya. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Surabaya. Ada yang menarik dengan pelaksanaan ujian di sekolah ini, karena dalam ruangan tidak ada lagi pengawas yang menunggui peserta.

"Pelaksanaannya Insya Allah lancar karena ini dengan teknologi, CCTV jalan untuk mengawasi," ujar Pakde Karwo, panggilan akrabnya usai meninjau ruangan di SMKN 2 Surabaya, Jalan Tentara Genie Pelajar No. 26, Petemon, Surabaya, Senin (2/4/2018).

Menurut Pakde Karwo, pelaksanaan Ujian Nasional seperti ini merupakan progress yang menarik karena bisa melatih kejujuran dan percaya diri pada siswa peserta ujian.

"Saya kira ini satu progress yang menarik. Pengawasnya tidak di dalam tapi di luar kelas, kemudian mereka percaya bahwa mereka harus jujur karena ada CCTV bukan orang," tambah Pakde Karwo.

Meski dalam ujian yang diikuti 914 peserta ini masih ditemui kendala seperti kebutuhan komputer yang belum mencukupi dan harus ditambah dengan penggunaan laptop pribadi, Pakde Karwo mengaku tidak mempermasalahkan hal ini. Menurutnya yang terpenting adalah fungsinya, bukan ketersediaan fasilitas.

"Yang penting ini fungsional. Fungsinya sama dan bisa dipakai," ujar gubernur yang telah menjabat selama dua periode tersebut.


Tinjau UNBK di SMKN 2 Surabaya, Soekarwo: CCTV Jalan Tanpa PengawasFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Kendati demikian, Pakde Karwo berharap ke depannya UNBK bisa digelar tanpa pengawas, juga tanpa CCTV. Hal ini tentu dirasa baik dalam dunia pendidikan karena tingkat kepercayaan dan kejujuran pelajar sangat tinggi.

"Mungkin ada saatnya ndak usah ada CCTV dan gak usah ditunggu tapi masih tidak tahu kapan," kata Pakde Karwo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menyiapkan semua kebutuhan UNBK. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN karena UNBK identik menggunakan listrik dan jaringan internet.

"Sebetulnya di listrik sudah kerja sama dengan PLN Jatim, seperti tahun-tahun lalu," ujar Saiful.

Tak hanya itu, Saiful menambahkan, PLN telah mengatakan jika di Jawa Timur terdapat kelebihan daya sehingga dapat dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan UNBK dengan baik.

"Untuk di pulau-pulau juga sudah kami siapkan, dan sudah disediakan genset," tambahnya.

Untuk masalah internet, Saiful mengaku hal ini telah di-cover oleh pusat. Pengecekan ulang juga telah dilakukan sejak tadi malam, Minggu (1/4) dan pihak penyedia layanan juga menyiapkan server cadangan jika ditemui ada masalah di server utama.

"Tadi malam sudah dicek dan sudah 100 persen. Kami juga telah menyiapkan server cadangan," kata Saiful.

(lll/lll)