Efek Gas Beracun Kawah Ijen, Wortel dan Kubis Layu sebelum Dipanen

Chuk S Widarsha - detikNews
Sabtu, 24 Mar 2018 16:19 WIB
Tananam kubis layu sebelum dipanen karena terdampak gas beracun kawah Ijen. (Foto: Chuk S Widarsha/detikcom)
Bondowoso - Embusan gas beracun yang berasal dari Kawah Ijen tak hanya berdampak pada manusia. Ratusan hektare lahan pertanian sayur milik warga juga rusak.

Lahan pertanian tersebut terdiri dari tanaman kubis, kentang, serta wortel. Tanaman milik warga setempat itu, terutama kubis, kebanyakan sudah siap panen.

"Tanaman kubis saya mestinya dua minggu lagi sudah waktunya panen. Karena kejadian itu, hancur lah semuanya," tutur Desti, yang mengaku punya lahan kubis 14 hektare, saat bercerita kepada detikcom di ladangnya, Sabtu (24/3/2018).


Desti menambahkan, rusaknya lahan pertanian juga dialami ratusan warga lainnya. Terutama yang lokasi lahan pertaniannya lebih dekat dengan kawah dan aliran sungai.

"Rata-rata sudah mau panen. Akhirnya, ya diselamatkan sebisanya. Kami petik sebelum waktunya. Walaupun harganya jauh menurun," kata Desti.

Tampak di lahan warga, daun tanaman kubis menguning. Layu, bahkan mengering, dan mati.


Letupan gas beracun di Kawah Ijen terjadi pada Rabu (21/3) sekitar pukul 19.00 WIB. Fenomena itu biasa terjadi di musim hujan. Ada perbedaan suhu di kawah saat hujan. Puluhan warga perkebunan Margahayu dan Watucapil, Kecamatan Ijen, Bondowoso, sempat pingsan karena menghirup gas tersebut. (trw/trw)