detikNews
Senin 19 Maret 2018, 08:34 WIB

Beragam Motif Batik Blitar Ini Tembus Mancanegara

Erliana Riady - detikNews
Beragam Motif Batik Blitar Ini Tembus Mancanegara Beragam motif batik Blitar tembus mancanegara/Foto: Erliana Riady
Blitar - Beragam kearifan lokal di Kabupaten Blitar dituangkan dalam batik. Ya, motif batik Blitar ini seperti Candi Penataran, ikan mujaer, buah nanas dan buah kakao.

Perpaduan warna sempurna antara hijau, merah, biru dan kuning dalam motif itu, memperkaya khasanah budaya batik di Indonesia. Tak heran jika batik buatan perajin di Kabupaten Blitar, telah merambah ke manca negara.

"Kami memang mengambil motif yang menceritakan kearifan lokal masing-masing daerah. Tidak cuma satu motif yang kemudian jadi ikon, karena semua motif kearifan lokal ini menjadi batik unggulan kami," jelas Ketua Asosiasi Perajin Batik Blitar, Siti Zakiyatun kepada detikcom, Senin (19/3/2018).


Melibatkan sebanyak 11 ibu rumah tangga sebagai anggota asosiasi, usaha batik di Kabupaten Blitar terus mengembangkan sayap pemasaran. Baik promosi melalui medsos maupun beragam pameran, batik-batik inipun telah dikoleksi masyarakat dari daerah Papua, Maluku, Kalimantan dan Sumatera.

Jaringan reseller dari para TKW di berbagai negara, juga turut berperan memasarkan batik Blitar hingga manca negara.

"Beberapa TKW seperti di Hong Kong itu jadi reseller kami. Katanya motif batik sini banyak diminati warga negara sana, bahannya juga nyaman dipakai di musim panas," imbuh Siti.


Batik Blitar sengaja menggunakan kain katoon sebagai bahan dasarnya. Kain jenis ini terasa ringan dan dingin jika dipakai. Sementara untuk bahan pewarnaan, menurut Siti, dipakai bahan sintesis dan alami.

"Lebih banyak pewarna sintesis karena memang lebih murah. Tapi kami juga memakai bahan pewarna alami yang didapat dari Solo. Untuk bahan tidak ada kendala mendapatkannya," papar warga Kecamatan Kesamben ini.

Untuk tehnik pembuatan, para perajin memakai teknik cap dan tulis. Namun sesuai dengan tingkat kesulitannya, otomatis harga batik cap dibandrol lebih murah dibanding dengan batik tulis.

"Harga batik cap untuk ukuran 2 meter antara Rp 100 sampai 150 ribu tiap lembar. Kalau batik tulis ukuran 2,5 meter, harganya antara Rp 200 ribu sampai satu juta," ungkapnya.

Kebijakan Pemkab Blitar mewajibkan pemakaian batik bagi ASN, dinilai sangat membantu kemajuan usaha mikro batik di daerah. Ini terbukti, pemesanan lokal semakin meningkat hingga setiap anggota asosiasi ini bisa meraup omzet rata-rata sebesar Rp 20 juta/bulan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com