DetikNews
Sabtu 10 Maret 2018, 08:27 WIB

Pudarnya Patung Gombloh di THR Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Pudarnya Patung Gombloh di THR Surabaya Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Patung di sudut danau itu nampak murung. Catnya kusam diselimuti debu yang menggunung. Noda dari kotoran serangga nampak di beberapa ruas. Sedang kumisnya ditumbuhi sarang, tempat hewan-hewan kecil berpulang.

Hal inilah yang pertama ada di benak, kala menilik monumen salah satu musisi legendaris di Indonesia, Gombloh. Kondisi tempat patung ini berdiri, Taman Hiburan Rakyat (THR), Surabaya, pun berpadu guna ciptakan kesan jika patung ini tak cukup dapat perhatian.

Di sekelilingnya, ada danau yang menghijau. Hijau bukan karena indah, namun sebab airnya yang tak pernah diubah. Tepat di atas danau, ada panggung yang hendak roboh. Sempurna dengan atap seng yang warnanya pudar dilalap karat.
Pudarnya Patung Gombloh di THR SurabayaFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Selain lagu-lagunya yang masih didendangkan, penggemar Gombloh ingin mengenang sosok pria kelahiran Jombang ini. Harapannya tentu agar namanya abadi. Namun sayang, patung ini tak terawat. Pun tak banyak yang tahu keberadaan patung yang posisinya tepat di belakang Hi Tech Mall ini.


Kala ditanya tentang asal-usul patung ini, salah seorang staf THR, Agung Pribadi, mengatakan patung ini telah ada sejak dulu. Namun patung ini bukan bagian dari THR, sehingga tidak mendapatkan perawatan khusus.

"Jadi patung ini dulunya ada komunitas yang izin untuk menaruh di sini, tapi bukan bagian dari THR," ujar Agung yang menjadi staf sejak awal 2000-an.

Agung mengaku, pihaknya hanya melakukan perawatan seadanya. Misalnya membersihkan area sekeliling dan merawat tanaman di bawah patung. Tetapi, perawatan seperti pembersihan dan pengecatan patung tidak dilakukan karena bukan tanggung jawab THR.

Dikisahkan, patung ini diinisiasi beberapa seniman di Surabaya. Monumen untuk mengenang Gombloh ini akhirnya lahir di tahun 1996, berupa patung yang memiliki berat 200 kilogram dari perunggu dan berlapis cat warna hitam.

"Ada yang bilang patung ini belum selesai, karena belum ada keramik atau prasasti yang menerangkan kapan dan tujuannya apa patung ini berdiri," tambah Agung.

Gombloh merupakan penyanyi dengan nama asli Soedjarwoto Soemarsono. Penyanyi lagu Kebyar-Kebyar ini lahir di Kabupaten Jombang pada tahun 1948. Sebelum meninggal pada 1988, dia berhasil menelurkan lima album Solo yang bertajuk Gila, 1/2 Gila, Semakin Gila, Apel, dan Apa Itu Tidak Edan.

Pudarnya Patung Gombloh di THR SurabayaFoto: Hilda Meilisa Rinanda

(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed