detikNews
Selasa 06 Maret 2018, 19:24 WIB

Diduga 'Kencing' di Lain Tempat, Truk Pertamina Diamankan Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Diduga Kencing di Lain Tempat, Truk Pertamina Diamankan Polisi Truk Pertamina yang diamankan Polres Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Sebuah truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina diamankan Polres Malang bersama pengemudinya. Ada dugaan pengemudi menyalahgunakan distribusi BBM. Kasus ini tengah didalami oleh polisi, tentang adanya tindak pidana.

"Iya benar, kasusnya sedang didalami. Sementara ada dugaan sopir truk yang bagian drop 'kencing' di lain tempat," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (6/3/2018).

Siapa pengemudi truk yang turut diamankan petugas belum diketahui identitasnya. Dari penelusuran detikcom, truk tangki BBM dengan kapasitas 8 ribu liter, memang diamankan petugas.

Truk Nopol L 9638 UP diparkir di suatu tempat tak jauh dari Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang. Informasi yang didapatkan detikcom, truk sebenarnya memiliki jadwal distribusi BBM ke sebuah SPBU di wilayah Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, akhir pekan lalu.

Namun ditengah perjalanan, sopir justru memilih berhenti di SPBU yang berada di wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang, dan akhirnya diamankan polisi.

"Karena masih didalami, belum ada tersangka," tegas Kapolres.

Sementara, Patra Niaga membenarkan adanya penangkapan itu. Patra Niaga merupakan partner kerja Pertamina dalam distribusi BBM ke seluruh SPBU.

"Iya benar begitu, kita memang dilengkapi fasilitas GPS dan teknologi lain, sehingga bila ada kesalahan distribusi akan terungkap," ujar Humas Patra Niaga Rudi Permana dikonfirmasi terpisah.

Tentang kasus di Kabupaten Malang, Rudi menyebut telah ada tindakan dengan pemeriksaan awak truk serta penyitaan armada. Dia menjelaskan, bahwa awak dari amarda yang dimiliki Pertamina, tidak sepenuhnya berstatus karyawan dari Patra Niaga.

"Sehingga ini menyangkut tanggung jawab dari personal (sopir). Meskipun distribusi adalah tanggung jawab Patra Niaga, karena yang bersangkutan bukan karyawan kami," tandasnya.

Dia mengaku, sudah memberikan teguran kepada perusahaan jasa sopir yang terlibat dalam kasus tersebut. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Sudah kami beri peringatan kepada perusahaan jasa sopir, agar tak terulang. Kedepan kami memperketat dan memaksimalkan pengawasan. Meskipun selama ini sudah berjalan cukup baik," ujarnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com