detikNews
Kamis 01 Maret 2018, 13:23 WIB

Ratusan Santri Pilih Pulang Pasca Dehidrasi Imunisasi Difteri

Yakub Mulyono - detikNews
Ratusan Santri Pilih Pulang Pasca Dehidrasi Imunisasi Difteri Ponpes Madinatul Ulum/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Ratusan santri Ponpes Madinatul Ulum, Jember, memilih pulang ke rumah pasca mengalami dehidrasi usai imunisasi difteri. Ratusan santri ini pulang dengan alasan masih trauma.

"Trauma banget, bahkan yang kemarin tidak sakit juga pulang," kata ketua keamanan Ponpes Madinatul Ulum, Muhammad Kholilurrohman di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah,saat ditemui, Kamis (1/3/2018).

Dia mengaku sempat dipanggil pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember terkait tindaklanjut imunisasi difteri. Pihak dinkes menanyakan apakah kegiatan tersebut bisa dilanjutkan. Sebab dari jadwal yang ada, imunisasi dilakukan secara bertahap dari TK hingga SMK yang ada di lingkungan ponpes tersebut.

Baca Juga: Ratusan Santri Pulang Pasca Dehidrasi Usai Imunisasi Difteri

"Tadi dipanggil pihak Dinas Kesehatan. Ditanya apakah imunisasi dilanjutkan apa tidak. Saya kemudian bertanya ke pihak sekolah yang ada di lingkungan pondok ini," kata Kholilurrohman.

Hasilnya, pihak sekolah mempersilahkan jika memang hendak dilanjutkan. Namun pihak sekolah tidak bisa memaksa siswa untuk diimunisasi. Selain itu, saat ini banyak santri yang memilih pulang.

"Katanya kepala sekolah, kalau mau dilanjut silakan, tapi anak-anak dan wali santri banyak yang trauma. Jadi tanpa ada unsur paksaan," katanya.

Baca Juga: Ini Penyebab Santri di Jember Dehidrasi Usai Imunisasi Difteri

Pihak sekolah juga memastikan bahwa santri yang mau diimunisasi akan lebih sedikit. Selain banyak yang pulang, yang tidak pulang pun belum tentu mau diimunisasi karena masih trauma.

"Insya Allah besok akan dilakukan imunisasi. Untuk SMK dan anak TK juga," kata Kholilurrohman.

Jumlah siswa TK di Yayasan Ponpes Madinatul Ulum, menurut Kholilurrohman sebanyak 150 anak. Sedangkan untuk SMK sekitar 200 orang.

"Insya Allah besok ini akan ada imunisasi. Tapi tidak ada paksaan. Yang nggak ikut, yang takut ya nggak apa-apa, karena banyak yang trauma," tandas Kholilurrohman.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com