DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 16:10 WIB

Negosiasi Alot Warga yang Minta Uang Lelah Tangkap Sanca dan BKSDA

M Rofiq - detikNews
Negosiasi Alot Warga yang Minta Uang Lelah Tangkap Sanca dan BKSDA Dialog warga dan petugas BKSDA (Foto: M Rofiq/detikcom)
Probolinggo - Rencana petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 6 Probolinggo mengambil ular sanca kembang tak terwujud. Penyebabnya, warga minta uang lelah penangkapan. Petugas BKSDA enggan menuruti.

Dialog Kepala BKSDA Wilayah 6 Probolinggo Sudartono yang didampingi seorang staf dengan warga digelar di rumah salah satu warga Keluarahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Hadir di antaranya 3 warga penangkap ular, perwakilan RT, perangkat desa, dan Babinsa Koramil.

Salah satu warga, Kuspriyono, menjelaskan ada 6-7 orang yang ikut menangkap ular sanca berukuran 5 meter dan berbobot 20 kilogram tersebut. "Kami bertaruh nyawa. Jadi kami belum bisa menyerahkan ular kalau belum ada ganti rugi," katanya.

Sudartono menjelaskan ular tersebut termasuk hewan dilindungi. Dengan status itu, maka tak boleh diperjualbelikan.

"Tidak ada istilah jual beli untuk hewan dilindungi," katanya.

Baca juga: Nasib Sanca 'Jumbo', Batal Dibawa BKSDA karena Warga Minta Uang Lelah

Warga menepis pernyataan itu. Bahkan minta penjelasan UU yang mengatur hal tersebut. Warga bersikukuh tak menyerahkan ular. Menurut mereka, seharusnya yang menangkap ular petugas BKSDA, bukan warga. Seharusnya saat informasi ular berkeliaran di dekat permukiman 1-2 bulan lalu, petugas turun tangan.

"Sekarang begitu sudah ditangkap, mau diambil. Harusnya petugas yang menangkap," kata warga lainnya.

Meski ditengahi perwakilan RT dan perangkat desa serta Babinsa Koramil, dialog buntu. Warga mengaku akan berembuk lagi dengan beberapa yang ikut menangkap ular. Mereka menunggu sikap warga lainnya.

Petugas BKSDA melepaskan lakban yang menutup mulut ular sancaPetugas BKSDA melepaskan lakban yang menutup mulut ular sanca (Foto: M Rofiq/detikcom)

Akhirnya Sudartono dan staf balik kanan. Sebelum pergi sekitar pukul 14.00 WIB, mereka meminta warga melepas lakban yang menutup mulut ular. Warga setuju. Kini ular yang ditangkap pada Senin (19/2) malam, sedikit bisa bernapas lega. Untuk nasib ular selanjutnya masih menunggu keputusan rembuk warga malam nanti, apakah diserahkan ke BKSDA untuk dilepasliarkan di kawasan tertentu atau dikuasai warga dan tetap dikerangkeng di kandang kecil.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed