DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 12:59 WIB

Warga di Bondowoso Keluhkan Kebijakan Pengurangan Jatah Rastra

Chuk S. Widarsha - detikNews
Warga di Bondowoso Keluhkan Kebijakan Pengurangan Jatah Rastra Foto: Chuk S. Widarsha
Bondowoso - Keluarga penerima manfaat (KPM) beras sejahtera (rastra) di Bondowoso mengeluh. Hal itu menyusul kebijakan baru dari pemerintah tentang pengurangan jumlah penerima cara rastra.

Data yang berhasi dihimpun, pada kebijakan sebelumnya masing-masing KPM menerima sekitar 15 kg, dengan membayar uang tebusan Rp 17.500. Tapi pada kebijakan baru yang berlaku sejak Januari 2018, setiap KPM hanya menerima 10 kg. Kendati tanpa harus membayar sepeserpun.

Hanya saja, sistem pembagian itu justru menimbulkan persoalan baru. Sebab, jumlah KPM malah menurun. Bahkan penurunannya hingga 20 persen dari jumlah pemerima sebelumnya.

"Kami akhirnya mengimbau warga penerima rastra itu. Agar mereka juga berbagi dengan warga yang tidak lagi menerima," kata Kepala Desa Glingseran, Wringin, Sulaedi, saat ditemui di kantornya, Kamis (22/2/2018).

Sulaedi mengimbuhkan, akibat kebijakan pengurangan jumlah penerima itu, rastra yang diterima KPM bukan lagi 10 kg, tapi 3,3 kg. Hal itu untuk menghindari kecemburuan sosial di antara warga

"Ya mau bagaimana lagi. Wong itu memang kebijakan dari pusat. Kami lakukan biar merata. Karena jumlah penerimanya makin berkurang," jelas Sulaedi.

Humas Bulog Divre Bondowoso, Harisun, mengatakan bahwa kebijakan pengurangan jumlah KPM sejak 2018 ini memang dari pemerintah pusat. Untuk Bondowoso, menjadi 7.307 KPM, dari sebelumnya 9.011 KPM.

"Tentang pengaturannya kami serahkan pada desa. Karena kami hanya bertugas mendistribusikan sampai titik terakhir di desa," pungkas Harisun.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed