DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 18:30 WIB

Polri Kejar Penyebar Hoax Penyerangan Tokoh Agama dan Tempat Ibadah

Rois Jajeli - detikNews
Polri Kejar Penyebar Hoax Penyerangan Tokoh Agama dan Tempat Ibadah Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Banyak beredar kejadian penyerangan terhadap tokoh agama, tempat ibadah di media sosial. Namun Polri menegaskan, lebih banyak berita hoax yang beredar. Saat ini, Mabes Polri telah menerjunkan tiga tim untuk mencari pelaku pendesain dan menyebarkan berita hoax.

"Saya luruskan dulu. Jadi bukan banyak tersangka yang tidak waras. Kalau saya sampaikan tadi di Jawa Barat, hanya ada 2 kejadian. Yang 11 itu hoax. Kemudian di Jawa Timur hanya ada 2 kejadian. Dari semua yang diberitakan, berarti adalah hoax," kata Wakapolri Komjen Pol Syafruddin disela acara silaturrahmi dengan para ulama dari berbagai ormas Islam di Masjid Arif Nurul Huda komplek Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (21/2/2018).

"Jadi di Jawa Timur hanya ada 2 kejadian. Di Jawa Barat hanya ada 2 kejadian. Jadi ini masalah isu, bukan kejadian yang sebenarnya," katanya.

Wakapolri mengatakan, dirinya datang ek Polda Jatim juga untuk memerintahkan menangani kasus ini.

"Saya perlu meluruskan dulu bahwa, ini pemerintah sangat konsen. Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden memerintahkan langsung Kapolri dan sya kemarin, untuk menangani masalah isu ini," tuturnya.

Untuk menunjukkan keseriusan penanganan isu hoax penyerangan tokoh agama, ulama, hingga tempat ibadah di beberapa daerah. Mabes Polri telah menerjunkan tim untuk menyelidiki dan mengungkap kasus tersebut.

"Karena itu, keseriusan kami, Polri sudah menurunkan tiga tim sejak tiga minggu lalu," katanya.

"Tim itu ada di Jawa Timur, ada di Yogya dan ada di Jawa Barat dan daerah lainnya. Bukan hanya tiga daerah, tapi tim yang besar berada di sini (Jawa Timur). Karena kenapa demikian, karena isunya berkembang di tiga daerah ini yang sangat besar," jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden dan Wakil Presiden, hari ini Wakapolri datang ke Jawa Barat, Jawa Timur dan juga akan ke Yogyakarta.

"Saya tindaklanjuti setelah saya kemarin dapat perintah dari pak Presiden. Hari ini saya datang ke Jawa Barat. Tadinya mau ke Yogyakarta, tapi saya ke Jawa Timur dulu, karena kiai khos di sini sudah menunggu. jadi saya langsung ke sini untuk melakukan supervisi pekerjaan mereka, baik dilakukan kapolda dan jajarannya, maupun tim Mabes Polri," ujarnya.

Isu hoax yang dibangun oleh kelompok tertentu dan pelakunya sudah ketahuan, sudah tertangkap. Jadi, Wakapolri berharap, jika ada isu nggak benar, jangan didengarkan dan jangan disebarkan.

"Pelakunya sudah ketahuan sudah tertangkap, nanti dikembangkan dan nanti akan disampaikan. Kadiv Humas nanti disampaikan ya," jelas Wakapolri yang dalam kunjungin ke Jatim ini didampingi pejabat mabes Polri diantaranya Kadiv Humas.

[Gambas:Video 20detik]


(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed