detikNews
Rabu 21 Februari 2018, 17:45 WIB

Antisipasi Kasus di Lamongan, Orang Gila di Kota Mojokerto Ditangkap

Enggran Eko Budianto - detikNews
Antisipasi Kasus di Lamongan, Orang Gila di Kota Mojokerto Ditangkap Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Maraknya serangan orang gila terhadap kiai di Jatim, memicu kewaspadaan di Kota Mojokerto. Pihak keamanan pun menggelar razia menangkap orang dengan gangguan jiwa. Upaya ini untuk mencegah potensi serangan serupa terjadi di Kota Onde-Onde.

Razia oleh polisi dan Satpol PP ini menyasar sejumlah titik di Kota Mojokerto. Antara lain di Pasar Tanjung Anyar, Jalan Empunala, Jalan Muria Raya, Taman Kehati, Jalan A Yani, Alun-alun, Jalan Majapahit dan Jalan Bhayangkara.

Kendati berurusan dengan orang gila, razia ini berlangsung tanpa perlawanan. Petugas menangkap orang-orang ini menggunakan cara yang humanis. Sehingga mereka dengan mudah diangkut ke truk petugas.

"Sore ini kami jaring 8 orang, dari jumlah itu, yang mengalami gangguan jiwa 3 orang," kata Kasubbag Kesekretariatan Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrulloh kepada wartawan usai razia, Rabu (21/2/2018) sore.

Tak hanya dari Kota Mojokerto, lanjut Hatta, 8 tunawisma dan orang gila ini juga berasal dari sejumlah daerah di Jatim. Menurut dia, 3 orang asal Ngawi, serta masing-masing 1 orang dari Madiun dan Jombang.

"Kami ingin ketertiban dan kenyamanan warga Kota Mojokerto terjaga, juga sebagai upaya preventif untuk mencegah serangan oleh orang gila seperti yang akhir-akhir ini terjadi," terangnya.

Hatta menambahkan, razia ini memang belum menjamin Kota Mojokerto bebas dari orang gila yang berkeliaran. Betapa tidak, orang dengan gangguan jiwa dari daerah lain bisa setiap saat datang ke Kota Onde-onde.

"Kami ada call center yang bisa dihubungi 24 jam di nomor (0321) 326-366. Kalau masyarakat ada aduan menemukan orang gila, kami siap menindaklanjuti," tegasnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Mojokerto Jasmani menjelaskan, 8 orang tunawisma dan orang gila ini akan dievakuasi ke kantor Dinsos di Jalan Benteng Pancasila. Tim konseling dari Dinas Kesehatan dan psikolog dari Dinas Sosial akan melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang tersebut.

"Pemeriksaan ini untuk memastikan yang gila dan yang tidak. Kalau gila, kami mintakan rekomendasi dari Dinkes untuk kami kirim ke RSJ Lawang atau Menur," terangnya.

Sementara bagi tunawisma asal luar daerah, tambah Jasmani, akan dikirim ke Panti Rehabilitasi di Sidoarjo. "Untuk warga Kota Mojokerto sendiri, kalau memang tak ada keluarga kami tampung di Liponsos," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com