DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 21:01 WIB

Polisi Sita 15 Ribu Butir Pil Dobel L Dalam Kemasan Vitamin

Erliana Riady - detikNews
Polisi Sita 15 Ribu Butir Pil Dobel L Dalam Kemasan Vitamin Pil dobel L dalam bungkus vitamin yang disita (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Sebanyak 15.407 pil dobel L dalam kemasan vitamin B1 ditemukan beredar di Kota Blitar. Satu kemasan plastik berisi 1.000 pil. Tertera tulisan produksi Bina Prima Firma (BPF) Palembang- Indonesia di bungkus plastik.

Polisi menduga obat tersebut ilegal dan produksi rumahan. Karena peredaran pil sejenis ini sudah dilarang sejak tahun 2013 silam.

"Ini ada modus baru, peredaran pil koplo tapi dikemas dengan tulisan Vitamin B1. Obat keras ini sudah lama ditarik dari peredaran. Jadi kemungkinan ini adalah produksi rumahan yang ilegal," kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar kepada wartawan, Senin (19/2/2018).

Dari informasi yang dihimpun, dobel L merupakan produk farmasi yang dulu direkomendasikan tim medis sebagai obat penenang. Dobel L merupakan obat penenang di kelas Diazepam. Namun karena beredar bebas dan banyak disalahgunakan, akhirnya obat ini ditarik dan dilarang beredar.

Terkait pil dobel L dalam kemasan plastik bertuliskan Vitamin B1, polisi menduga ini modus baru untuk mengelabui petugas.

"Kami temukan 15 kantong plastik di rumah seorang pengedar berinisial M (37) warga Selopuro Kabupaten Blitar. Dikemas dengan tulisan Vitamin B1 ini untuk mengelabui petugas," ungkap Adewira.

Penangkapan M sendiri berawal dari penangkapan Marwoto di Terminal Bus Patria Kota Blitar pada Sabtu (13/2). Marwoto yang kondisinya teler berat akibat mengkonsumsi pil koplo, menyebutkan mendapat pil itu dari MR (23) warga Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.

Hasil pengembangan penyelidikan, polisi akhirnya menahan dua pengedar lain. Yakni ABH (22) warga Kecamatan Selopuro dan P (27) warga Siraman Kesamben. Keterangan tiga pengedar tersebut mengerucut pada M.

Pada polisi, M mengaku mendapatkan pil koplo dari wilayah Kediri. Satu kantong plastik berisi 1.000 pil, dibeli seharga Rp 600 ribu. Pembelian melalui pesan singkat di HP, dan barang diantar dengan sistem ranjau. Yang mengejutkan, para pelanggan M sekarang bergeser ke para pekerja kasar. Seperti buruh bangunan, kuli angkut dan sopir truk. Mereka beralasan, mengonsumsi pil koplo justru bisa menambah stamina saat dipakai kerja.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed