Bahkan satu keluarga, Sartun (53) membawa tiga anggota keluarganya untuk mengungsi demi keamanan.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menuturkan tanah retak ini mengancam 23 rumah yang ada di Desa Tugurejo.
"Karena kondisinya disana ada retakan tanah lebar 100 meter dan amblasnya 2 meter, jadi mengkhawatirkan," tuturnya saat dihubungi detikcom, Kamis (15/2/2018).
Bahkan keretakan, lanjut dia, juga terjadi di petakan Perhutani seluas 50.70 Ha. "Keretakan tanahnya dengan lebar 70 cm, tinggi 2 meter dan panjang 200 meter yang mengancam 59 KK di bawahnya," jelasnya.
Menurutnya, keretakan tanah ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan Ponorogo dan sekitarnya. "Sehari sebelumnya, Rabu (14/2) sekitar pukul 11.00-14.40 WIB hujan deras sehingga mengakibatkan tanah Perhutani retak," terangnya.
Ia menambahkan tanah retak tersebut mengancam warga yang tinggal di RT 03 RW 04 Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. "Ke-59 KK tersebut sudah diungsikan demi keamanan, kami juga terus memantau serta mengirim bahan makanan," pungkasnya. (fat/fat)