DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 09:35 WIB

Dinkes Blitar Target 300 Ribu Lebih Anak Dapat Imunisasi Difteri

Erliana Riady - detikNews
Dinkes Blitar Target 300 Ribu Lebih Anak Dapat Imunisasi Difteri Foto: Erliana Riady/File
Blitar - Sebanyak 303.772 warga Kabupaten Blitar ditargetkan mendapat Outbreak Respons Immunization (ORI) Difteri. Sasarannya warga usia 1 sampai 19 tahun.

Pelaksanaan imunisasi massal ini menyusul ditetapkannya Jawa Timur sebagai tempat Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mentargetkan, pelaksanaan ORI difteri akan selesai dilaksanakan Maret mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, pelaksanaan imunisasi massal dimulai pekan ini. Ada beberapa puskesmas dan posyandu digunakan sebagai lokasi pelaksanaan. Namun masih ada juga yang melakukan sosialisasi.

"Mulai pekan ini, beberapa puskesmas dan posyandu sudah mulai melakukan imunisasi difteri. Namun ada juga yang masih melakukan sosialisasi. Karena pelaksanaan ORI harus didahului dengan pelaksanaan sosialisasi terlebih dahulu baru kemudian penjadwalannya," kata Krisna Yekti di kantornya Jalan Semeru Kota Blitar, Rabu (14/2/2018).

Dengan sasaran sekitar 303.772 warga, lanjut Krisna Yekti, pihaknya menargetkan imunisasi difteri dapat selesai dalam waktu 4 minggu. Rincian warga yang menjadi target ORI difteri
anak usia 1-5 tahun ada 69.888 jiwa, usia 5-7 tahun 56.257 jiwa dan usia 7-19 tahun 177.627 jiwa.

Pelaksanaan ORI Difteri akan dilakukan sebanyak 3 kali dosis (putaran). Di antaranya bulan Februari, Juli dan November 2018.

"ORI Difteri perlu dilakukan 3 kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae. Saat ini sudah dimulai fasilitas kesehatan dan juga posyandu di masing-masing wilayah," paparnya.

Dinkes Kabupaten Blitar berharap capaian imunisasi bisa menyentuh 95 persen dari target yang ditetapkan. Saat ini di Kabupaten Blitar tercatat 13 kasus Difteri selama 2017 lalu. Angka ini menurun dibanding tahun 2016, tercatat ada 56 kasus dengan dua penderita meninggal dunia.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed