Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Mohammaed Sholeh, mengatakan, saat ini di lokasi longsor telah diterjunkan tiga unit alat berat untuk melakukan pengerukan material longsor dari kedua sisi.
"Dua alat berat milik Pemkab Trenggalek dan satunya kami sewa dari swasta. Ini terus kami upayakan untuk segera bisa membuka akses di jalur utama, karena terget kami jalur terbuka dulu, sedangkan untuk jalur permanen akan direncanakan lagi," katanya, Rabu (31/1/2018).
Penambahan alat berat tersebut diharapkan akan mempercepat terget pembukaan akses. Meskipun demikian, pihaknya mengakui, proses normalisasi jalur antar kecamatan tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat, mengingat kondisi material longsor cukup banyak dan relatiof labil.
"Itu prediksi bisa sampai dua bulan, karena kondisinya seperti itu. Semoga saja alat berat bisa bekerja dengan lancar, sehingga bisa lebih cepat," ujarnya.
Sedangkan terkait dua jalur alternatif menuju Kecamatan Munjungan, yakni Salamwates-Munjungan dan Pandean-Munjungan, pihaknya akan segera melakukan proses perbaikan. Direncanakan mulai besok sudah mulai dilakukan pengiriman material untuk perbaikan.
"Perbaikan akan mulai minggu ini, kemarin kami sudah lakukan pengukuran mana yang harus di tambal dan lain sebagainya. Besok atau lusa droping material," imbuhnya.
Sementara itu untuk mendukung perbaikan jalur alternatif, warga Munjungan juga akan terlibat langsung dengan melakukan kerja bakti massal ditiga titik, Salamwates-Munjungan, Pandean-Munjungan dan Munjungan-Watulimo.
"Yang jelas masyarakat Munjungan sudah memberikan support yang luar biasa kepada pemerintah dalam upaya normalisasi jalur ini, mulai kerja bakti, penggalangan dana dan sebagainya. Ini adalah upaya bersama untuk merigankan beban masyarakat dan juga pemerintah," kata Kepala Desa Karangturi, Puryono.
Menurutnya, dari hasil rapat koordinasi linta sektor yang dihadiri Kapolres, Kepala Dinas PUPR serta jajaran terkait, telah dicapai sejumlah kesepakatan dalam upaya penanganan tanah longsor Kampak-Munjungan.
"Kita semua memang harus bersabar, karena berbagai upaya sudah dilakukan. Syok di masyarakat itu pasti ada, karena sebelumnya bisa dengan mudah keluar masuk wilayah, saat ini tiba-tiba terganggu dengan bencana itu," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Pendidikan dan Rekayasa Satlantas Trenggalek, Iptu Agustyo mengatakan, kondisi jalur alternatif menuju Kecamatan Munjungan cukup sulit dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, pihaknya melarang sementara truk material masuk, karena dikhawatirkan akan memperparah kondisi jalur dan dapat menganggu kelancaran lalu lintas.
"Kami akan pasang rambu di sejumlah titik agar truk tidak masuk dulu, karena jalannya sangat sempit, licin dan memiliki tanjakan yang tajam. Selain itu jalur kami berlakukan satu arah, untuk yang keluar dari Munjungan melalui Salamwates dan masuk ke Munjungan melalui Pandean," ujarnya. (bdh/bdh)











































