RS Siti Khodijah Sangkal Tuduhan di Video 'Suster Suntik Mayat'

Suparno - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 11:36 WIB
RS Siti Khodijah Sidoarjo/Foto: Deny Prastyo Utomo
Sidoarjo - Video 'suster suntik mayat' membuat heboh. RS Siti Khodijah di Sidoarjo meresponnya. Tuduhan lalai dalam menangani pasien itu dinilai tidak benar.

RS Siti Khodijah telah menunjuk Advocate Corporate Lawyer Rumah Sakit Muhammadiyah Aisiyah se Jawa Timur, Masbuhin untuk meluruskan kabar tersebut.

[Gambas:Video 20detik]


Baca Juga: Video 'Suster Suntik Mayat' di Sidoarjo, Bagaimana Ceritanya?

"Pasien masuk rumah sakit tanggal 20 Desember 2017 dan meninggal pada tanggal 21 Desember. Pasien ini menderita penyakit stroke infark atau stroke sumbatan dan meninggal karena cardiac arrest (serangan jantung)," kata Masbuhin saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2018).

Menurut dia, penanganan pasien di RS Siti Khodijah itu sudah berdasarkan Standart Operation Prosedure (SOP), diagnosa yang benar, serta menjalankan prinsip-prinsip kedokteran yang benar dan etika kedokteran.

Baca Juga: Video 'Suster Suntik Mayat' Beredar, Ini Respon Polisi

Masbuhin menjelaskan, isi video yang viral di media sosial tidaklah benar. Pihak rumah sakit, kata dia, juga sudah memberikan penjelasan lengkap mengenai penyakit yang diderita pasien dan sebab kematiannya.

Dokter dan perawat saat diamuk keluarga pasien/Foto: Istimewa


"Dokter dan perawat yang menangani pasien tersebut sudah bekerja berdasarkan SOP, prinsip prinsip umum kedokteran serta kode etik yang ada. Yang viral itu 100 persen tidak benar," jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, pihak rumah sakit juga datang ke rumah keluarga pasien untuk menyampaikan ungkapan berbela sungkawa.

"Pihak rumah sakit juga sudah menyampaiKan bela sungkawa dan takziah ke rumah duka satu bulan lalu ketika pasien wafat," tandasnya.

Video berdurasi 3 Menit 10 detik itu menggambarkan keluarga pasien murka kepada dokter dan perawat.

Dalam video itu, terdengar suara seseorang pria dan wanita dari keluarga marah-marah setelah sang ibunda meninggal dunia karena diduga tidak mendapat penanganan medis secara semestinya.

Dia menyesalkan sikap dokter spesialis dan perawat yang tidak mengetahui jika pasien sudah meninggal dunia ssat disuntik.

"Sampeyan itu berarti tadi nyutik-nyuntik mayat. Sampeyan sudah tahu, ta banting. Ndak gitu, masak seorang suster nyuntik mayit ga tahu. Ini bukan nyuntik pasien tapi nyuntik mayit," kata seorang wanita keluarga pasien dengan nada emosional. (ugik/ugik)