DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 19:25 WIB

Harga Beras Melonjak, Satgas Pangan Sidak ke Sejumlah Gudang

Erliana Riady - detikNews
Harga Beras Melonjak, Satgas Pangan Sidak ke Sejumlah Gudang Foto: Erliana Riady
Blitar - Satgas pangan Polres Blitar melakukan sidak ke para distributor beras. Tim mendatangi langsung beberapa gudang tempat penyimpanan beras. Dari sejumlah pedagang besar itu, didapat fakta jika harga beras melonjak karena terlambatnya pasokan meski stok cukup.

"Kami dapati stok cukup, bahkan dalam lima hari kedepan ada kiriman lagi dari Madiun. Terkait naiknya harga beras, informasi yang kami peroleh karena adanya keterlambatan pengiriman," jelas Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya di sebuah gudang beras di Wlingi, Selasa (23/1/2018).

Penyebab keterlambatan pasokan ini, lanjut dia, akan ditindak lanjuti dengan penyelidikan. Apakah berhubungan adanya gagal panen karena cuaca buruk atau karena hal lainnya.

Baca Juga: Impor Selamatkan Harga Beras?

Pantauan detikcom, sampai hari ini harga beras kelas medium masih dikisaran Rp 11 ribu per kg. Sementara beras kualitas dibawahnya harganya juga masih Rp 9.800/kg. Pengakuan Sri, distributor beras di Wlingi, yang menaikkan harga beras itu pengepul di wilayah Madiun.

"Yang naikin harga itu pengepul Madiun, saya nurut saja. Saya ambil beras dari Madiun, soalnya kalau dari selepan sini (Blitar dan sekitarnya) harganya malah lebih tinggi. Saya yang gak bisa jualan," katanya.

Disparitas harga antara pengepul beras Blitar dan Madiun sebenarnya hanya Rp 50/ kg. Namun Sri memilih tetap mengambil dari pengepul Madiun karena berasnya juga lebih bersih.

"Saya juga gak pernah ambil beras Bulog, soalnya jelek. Malah gak laku," ungkapnya.

Terkait kenaikan harga, Sri bilang karena panen berkurang. "Saya sudah tidak main-main sekarang. Ini kata orang Madiun karena memang panennya kurang jadi kirimnya kesini telat nunggu ada panenan," paparnya.

Walaupun harga beras melonjak cukup tajam, namun daya beli warga tidak berkurang. Ini terbukti, untuk beras kualitas standart dan medium, Sri tetap menjual sebanyak 5 ton dalam sebulan.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed