DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 07:52 WIB

Olah Raga

Crosser Cilik Asal Ponorogo Aktif Balap Motor Sejak Usia 3,5 Tahun

Charolin Pebrianti - detikNews
Crosser Cilik Asal Ponorogo Aktif Balap Motor Sejak Usia 3,5 Tahun Archie, crosser cilik didampingi ayahnya/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Archie Althaf Didan Ramiro (10) merupakan pembalap motor cross atau yang sering disebut crosser cilik. Prestasi terbaru yang diraih juara 2 di Kejurnas Grasstrack pada Desember 2017.

Orang tua Archie, Wahdan mengaku putranya mengikuti perlombaan Kejurnas Grasstrack special engine 65 cc di Sirkuit Super Mario, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

"Archie baru di kelas ini, sebelumnya dia mengikuti kelas-kelas bebek modifikasi dan hanya kejurda," tuturnya kepada Detikcom saat ditemui di Jalan Anjasmoro, Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/1/2018).

Menariknya, seminggu sebelum perlombaan dimulai, Archie sapaannya baru memiliki motor cross. Sebelumnya ia tidak memiliki motor cross, hanya motor bebek yang dimodifikasi. Siswa kelas 5 SD ini bahkan baru pertama kali mengikuti ajang lomba ini.

"Ia mampu menyisihkan enam pembalap di belakangnya," jelasnya.

Wahdan menambahkan Archie sudah mulai mengikuti perlombaan balap motor sejak usai 3,5 tahun. Karena sang ayah adalah pembalap grasstrack melihat bakat anaknya dan langsung dibelikan minimoto. Itu dilakukan sekadar berlatih dan mengasah kemampuan dalam mengendarai motor. Namun sayang perlombaan minimoto jarang digelar, Archie hanya bermain dengan motor daripada ikut balapan.

Event grasstrack pertama yang pernah diikuti Archie saat kelas 2 SD. Saat itu dia hanya dipinjami motor temannya. Tanpa diduga dia berhasil finish di posisi 4 pada kelas bebek modifikasi, padahal pada waktu itu lawan-lawan Archie lebih dewasa.

"Sejak saat itu Archie sering mengikuti event-event untuk grasstrack dan motocross," terangnya.

Archie menerangkan dirinya terbiasa berlatih dengan ayahnya, tiap satu minggu 2-3 kali. Tak jarang saat latihan, ia mendapatkan cidera.

"Paling parah saya pernah pingsan karena jatuh dan helm yang saya pakai lepas hingga cidera parah bagian kepala," ujarnya.

Namun Archie mengaku harus izin tidak masuk sekolah tiap kali mengikuti event balapan. Pasalnya, event-event motorcross lebih banyak ada di luar kota dan luar provinsi. Dan setiap balapan dia selalu didampingi sang ayah dan asisten untuk keperluan balapnya.

"Sebelum balapan semua perlengkapan saya persiapkan sendiri mulai dari sepatu, helm, kacamata google, body protector, decker dan sarung tangan," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed