DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 18:30 WIB

Pilwali Malang 2018

Partai NasDem Tercoret Sebagai Pengusung Nanda-Wanedi

Muhammad Aminudin - detikNews
Partai NasDem Tercoret Sebagai Pengusung Nanda-Wanedi Pasangan calon Yaqud Ananda Gudban-Wanedi/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Pasangan calon Yaqud Ananda Gudban-Wanedi hanya diusung empat parpol saat mendaftar di KPU Kota Malang. Partai NasDem semestinya menjadi parpol kelima tercoret, karena tak menghadirkan Ketua DPD NasDem Kota Malang M Fadli.

"Dari partai pengusul yang diajukan, dari NasDem tak bisa menghadirkan pengurus di tempat pendaftaran. Sehingga tidak memasukkan sebagai partai pengusul. Jadi hanya PDIP, PPP, PAN, dan Hanura saja," kata Komisioner KPU Kota Malang Azhari Husein kepada wartawan usai menerima pendaftaran, Rabu (10/1/2018).

Paslon yang diusung Koalisi Rakyat ini menyerahkan berkas syarat pencalonan dan calon kepada KPU. Mereka hadir diarak pendukung dan tari Reog hingga ke halaman Kantor KPU Kota Malang di Jalan Bantaran, Rabu siang.

Saat dilakukan penelitian dan mengacu pada daftar absensi, komisioner KPU menanyakan keberadaan Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang M Fadli.

Mengacu pada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pemilihan calon gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakilnya serta walikota dan wakil walikota, KPU terpaksa tidak mengikutkan Partai NasDem saat pemberkasan.

Meskipun telah ada surat rekomendasi dari DPP NasDem mengusung Yaqud Ananda Gudban dan Wanedi sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota.

"Prinsipnya, mengacu kepada PKPU Pasal 39 ayat 5 dan 7. Bahwa pengurus partai harus hadir saat pendaftaran, jika berhalangan harus memberikan surat keterangan," ujar Ketua KPU Kota Malang Zaenudin saat mengawali penelitian berkas pencalonan.

Pada akhirnya, disepakati hanya empat parpol yang mengusung Yaqud Ananda Gudban-Wanedi maju sebagai bakal paslon walikota dan wakil walikota Malang periode 2018-2023.

Usai pendaftaran kepada media, Nanda begitu akrab disapa menyatakan, bahwa saat deklarasi sebelum pendaftaran, petinggi Partai NasDem hadir, seperti Kresna Dewanata Prosakh, Moch Geng Wahyudi, bahkan Fadli sebagai Ketua DPD NasDem Kota Malang membacakan deklarasi koalisi mengusung dirinya bersama Wanedi.

"Itu karena ketidakpahaman yang benar, karena saat deklarasi Mas Fadli hadir terus berangkat ke Jakarta. Tapi kita akan berproses setelah ini, untuk disusulkan," ujar Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini.

Masih kata dia, sangat berharap NasDem tetap menjadi pengusung atau bagian dari koalisi. Karena saat deklarasi telah disepakati dan ditanda tangani bersama untuk berkoalisi membangun Kota Malang di masa mendatang. "Harapan kami, NasDem tetap pengusung," tegasnya.

Dari catatan KPU, dua paslon yang mendaftar banyak yang belum memenuhi syarat calon, seperti laporan hasil kekayaan dan SKCK, serta belasan item lain.

"Dari dua pendaftar belum semuanya melengkapi syarat calon, ada 18 item seperti laporan kekayaan. Tapi untuk syarat pencalonan dari parpol telah ada. Jadi mereka besok sudah bisa mengikuti uji kesehatan," beber Azhari Husein.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed