"Sekitar pukul 18.30 WIB, kakak ipar pelaku datang menjenguk ke rumah. Waktu masuk, dia melihat korban sudah tertelungkup dan mengeluarkan darah di lantai di ruang tengah depan kamar," kata Wakil RT 05 RW 09 Kelurahan Ploso Timur Edi Suparto di Ploso Timur VI A, Selasa (9/1/2018).
Melihat kondisi korban, si kakak ipar berlari keluar rumah dan berteriak minta tolong ke warga. "Tapi dikejar oleh Panji. Melihat seperti itu, warga langsung meringkus dan mengamankan Panji meski sempat berontak," ungkap Edi.
Warga mengamankan Panji karena Panji sebelumnya sudah pernah melakukan penganiayaan ke istri dan anaknya. Warga curiga Panji hendak menganiaya kakak iparnya. Warga kemudian mengecek kebernaran kabar yang dikatakan kakak ipar Panji.
Baca juga: Kejam, Bayi di Surabaya Tewas Dibanting Sang Ayah
korban saat berada di RS Unair (Foto: istimewa) |
Warga yang melihat bayi Gio dalam kondisi demikian segera membawanya ke Rumah Sakit Unair. Warga tak tahu apakah korban saat itu masih hidup atau sudah tidak bernyawa. Warga juga melaporkan kejadian itu ke polisi.
Petugas inafis atau identifikasi yang datang ke lokasi batal melakukan olah TKP disebabkan tidak ada warga yang bisa menjelaskan posisi korban saat ditemukan pertama kali.
"Petugas inafis Polrestabes Surabaya menunda olah TKP karena saksi (kakak ipar) saat kejadian sedang dimintai keterangan di polsek," ujar Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno. (ze/iwd)












































korban saat berada di RS Unair (Foto: istimewa)