Buku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Tak 'Dikonsumsi' di Surabaya

Buku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Tak 'Dikonsumsi' di Surabaya

Budi Sugiharto - detikNews
Rabu, 13 Des 2017 12:06 WIB
Buku SD Yerusalem Ibu Kota Israel Tak Dikonsumsi di Surabaya
Foto: Istimewa
Surabaya - Pelajar SDN di Kota Surabaya dipastikan tidak menerima buku IPS kelas 6 SD yang didapati isinya menyebut Ibu Kota Israel di Yerusalem.

Buku yang menuai protes dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur merupakan kurikulum berbeda.

Baca Juga: KPAI Segera Panggil Penerbit Buku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel'

"Itu buku kurikulum 2006, di Surabaya kan kurikulum 2013, jadi tidak menerima peredaran buku itu. Saya tahu kabar dari WhatsApp PGRI," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (13/12/2017).

Baca Juga: Buku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Lolos, Ini Kata Kepala Perbukuan

PGRI mempersoalkan materi pada halaman 15 atau tabel 3.3 Tabel Negara di Asia Barat nomor urut 6 tertulis bahwa Ibu Kota Israel adalah Yerusalem, yang seharusnya Tel Aviv.

Foto: Istimewa


"Untuk menghindarkan timbulnya permasalahan yang lebih dalam, kami mengharapkan buku itu segera ditarik dari peredaran dan diterbitkan buku baru yang benar," pinta PGRI melalui Surat klarifikasi tertanggal 13 Desember 2017 yang dilayangkan kepada penerbit buku.

Baca Juga: Beredar Buku Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel, Mendikbud: Segera Ralat

Penerbit Yudhistira diminta menarik buku tersebut dari peredaran.

"Ya penerbitnya segera menarik lah, diganti baru," kata Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi saat dihubungi detikcom. (ugik/fat)
Berita Terkait