DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 18:13 WIB

Sidang Santri yang Dituduh Penadah HP Kembali Didatangi Massa

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Sidang Santri yang Dituduh Penadah HP Kembali Didatangi Massa Massa yang berjumlah 300-an orang datang ke pengadilan mendukung Ahmad Syaifudin (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kota Kediri - Persidangan Ahmad Syaifudin kembali didatangi massa. Ahmad merupakan seorang santri yang harus menjalani sidang setelah dituduh menjadi penadah handphone curian.

Kali ini massa yang datang lebih banyak dari pada yang datang pada sidang sebelumnya. Ada sekitar 300 santri serta pemuda dari berbagai organisasi yang datang. Mereka menggelar aksi solidaritas di depan kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Dalam aksinya, massa meminta pihak pengadilan membebaskan Ahmad. Dipelopori oleh Ormas GP Ansor Kabupaten Kediri, massa memulai aksinya dengan long march menuju kantor PN Kabupaten Kediri. Karena massa dilarang memasuki halaman, maka mereka melakukan aksi orasi dan doa bersama didepan kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Aksi yang diberi nama solidaritas dan dukungan moral bagi terdakwa Ahmad Syaifudin ini membawa spanduk bertuliskan tuntutan serta dukungan kepada Syaifudin. Dalam aksi keduanya ini, mereka menuntut pihak pengadilan untuk membebaskan Ahmad dari segala dakwaan. Mereka menilai Ahmad hanya sebagai pembeli handphone biasa di sebuah konter dan bukan penadah barang curian seperti yang didakwakan.

Ahmad Syaifudin sedang disidang Ahmad Syaifudin sedang disidang (Foto: Andhika Dwi Saputra)

Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda menjelaskan, keterlibatan GP Ansor ini merupakan suatu hal yang biasa dan wajar, karena Ansor juga berasal dari santri. Sehingga memiliki keterkaitan moral dan tanggung jawab moral antar santri untuk memberi dukungan agar Ahmad dibebaskan dan kembali belajar sebagai santri dipondok.

"GP Ansor juga santri, jadi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan dan menuntut agar Ahmad dibebaskan agar bisa kembali belajar di pondok," jelas Gus Huda kepada detikcom di halaman kantor PN Kabupaten Kediri, Senin (11/12/2017).

Dalam sidang lanjutan kali ini Jaksa Penuntut Umum menolak eksepsi yang sebelumnya sudah dibacakan oleh pihak kuasa hukum, mereka menilai tuntutan yang sudah diajukannya sesuai dengan hasil pemeriksaan. Dalam sidang ini pihak kuasa hukum mengajukan pengalihan penahanan bagi terdakwa. Kuasa Hukum terdakwa, Suryo Wardono meminta kepada majelis hakim agar status penahanan terdakwa dialihkan.

"Hari ini kami mengajukan pengalihan penahanan terdakwa, karena menurut kami perkara ini bukan perkara kemanfaatannya, dia hanya sekedar santri dan faktanya dia hanya membeli bukan penadah dan pencuri, lebih manfaat di luar karena seorang santri bukan kriminal," ucap Suryo.

Sidang selanjutnya akan digelar pada hari kamis mendatang, dengan agenda pembacaan putusan sela.

Massa yang datang kali ini lebih banyak dari pada yang datang sebelumnyaMassa yang datang kali ini lebih banyak dari pada yang datang sebelumnya (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Baca juga: 100-an Santri Datangi Pengadilan Kediri, Dukung Rekan yang Disidang

Kasus ini berawal saat terdakwa Ahmad Syaifudin (18), warga Jawa Tengah, yang juga masih menimba ilmu sebagai santri di ponpes wilayah Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini membeli handphone hasil curian di Jombang dari tangan Rosid melalui sosial media Facebook seharga Rp 600 Ribu Rupiah pada Bulan Oktober lalu.

Rosid mendapatkan barang dari Ridwan (pelaku pencurian). Setelah polisi mengamankan Rosid dan Ridwan, akhirnya Ahmad Syaifudin juga ditangkap dengan didakwa sebagai penadah barang curian.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed