DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 14:31 WIB

Ngobrol Bareng Putin, Ini yang Dibahas Dokter Asal Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Ngobrol Bareng Putin, Ini yang Dibahas Dokter Asal Malang dr Gamal dan Presiden Putin/Foto: Istimewa
Malang - Presiden Rusia Vladimir Putin memuji kiprah dr Gamal Albinsaid. Dokter muda asal Malang ini, dinilai menginspirasi dan melakukan perbuatan mulia.

Perbincangan Putin terjadi di sela Gamal menghadiri sekaligus menjadi pembicara dan memberikan inspirasi di hadapan 25.000 peserta dari 150 negara pada 19th World Festival of Youth and Students di Sochi Rusia, 15 Oktober 2017 lalu.

"Anda menangani salah satu masalah paling penting dan paling mulia, dengan hasil yang jelas. Ini adalah misi khusus, bukan sekedar profesi. Inilah sebabnya saya sangat menghormati dokter.Terlepas dari aspek kemanusiaan, kesehatan telah memperoleh aspek ekonomi di dunia modern. Orang dengan masalah kesehatan merasa jauh lebih sulit menguasai pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi modern, dan mereka merasa jauh lebih sulit untuk bekerja secara efisien," kata Putin, seperti dikutip Gamal, Selasa (24/10/2017).

Putin menilai, perawatan kesehatan telah menjadi komponen kemanusiaan dan faktor ekonomi murni. Negara harus menginvestasikan sumber dayanya di dua bidang penting ini, perawatan kesehatan dan, tentu saja, pendidikan.

Kata Putin, apa yang lebih penting, kesehatan atau pendidikan? Dia melihat tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Bagi dia, kehidupan manusia tak ternilai harganya dan perawatan kesehatan agaknya lebih penting daripada aktivitas lainnya, dalam beberapa hal.

Dokter Gamal dan Presiden Putin di Rusia/Dokter Gamal dan Presiden Putin di Rusia/ Foto: Istimewa


Dan orang harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri.

"Mengenai bantuan medis gratis, satu-satunya misi perawatan kesehatan adalah membantu orang. Tapi kita harus berhati-hati dalam mengatur operasi industri medis. Kita perlu mempertimbangkan dengan tepat di mana pemerintah perlu memberikan bantuan medis gratis, dimana segmen, jumlah atau wilayah dan dimana ia dapat bertindak sebagai co-sponsor. Saya tidak akan mencoba mendefinisikannya sekarang, tapi ada sesuatu yang menyangkut fondasi kesehatan masyarakat," tambahnya.

"Negara kita selalu sangat toleran terhadap budaya, bahasa dan kepercayaan lain. Ini penting. Seperti yang mungkin Anda ketahui, perdebatan tentang sistem perawatan kesehatan sedang berlangsung di beberapa negara. Misalnya, Amerika Serikat, mengenai apakah pemerintah berkewajiban menyediakan asuransi kesehatan penuh atau tidak, dan siapa yang berhak mendapatkan asuransi," jelasnya.

"Saya percaya sistem harus diatur sehingga setiap orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan perawatan kesehatan," beber Putin yang berbahasa Inggris seperti dikutip Gamal.

Di hadapan Putin, dokter Gamal menceritakan perjalanan dedikasinya dimulai sejak menimba ilmu hingga lulus sarjana kedokteran. Hingga memulai membangun sebuah yayasan yang fokus pelayanan kesehatan untuk orang miskin di sela studinya.

dr Gamal dan Presiden Putin/dr Gamal dan Presiden Putin/ Foto: Istimewa


"Jadi kita menggunakan sampah untuk membantu orang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan. Orang-orang membayar perusahaan kami dengan sampah untuk mendapatkan asuransi kesehatan. Mereka bisa mendapatkan operasi, dirawat di rumah sakit, mendapatkan pengobatan dan membayar dengan sampah," kata Gamal kepada Putin.

Dengan konsep ini, lanjut Gamal, akan bisa menyelesaikan dua masalah sekaligus. Tanpa konsep ini, orang miskin biasanya menganggap sampah tidak ada gunanya dan kesehatannya mahal. Sekarang mereka bisa datang ke klinik gratis dan membayar dengan sampah setiap bulannya.

"Jadi konsep ini memungkinkan pembiayaan dan membantu orang miskin mendapatkan akses kesehatan. Dan inovasi lain adalah platform online kami untuk membantu orang mendapatkan layanan medis. Jika orang miskin membutuhkan uang untuk operasi, mereka dapat mengunggah permintaan mereka ke situs web dan orang akan melakukannya, sangat sederhana untuk mempertemukan relawan dan media sosial," bebernya.

Dan inovasi berikutnya adalah yang kita miliki disebut Homedika. Gamal menggambarkan mimpinya yang berasal dari Kota Malang dan ada orang di wilayah Bali atau Jakarta, Indonesia bagian lain dilanda sakit.

"Jadi dengan semua inovasi ini kami percaya bahwa satu bangsa dapat membantu menjalankan hak asasi manusia yang mendasar. Jadi kami ingin memberikan akses kesehatan kepada semua orang di dunia ini," tandas Gamal.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed