DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 14:45 WIB

Bupati Anas Ikut Panen Perdana Kentang di Lereng Gunung Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Anas Ikut Panen Perdana Kentang di Lereng Gunung Ijen Bupati Anas ikut panen kentang perdana (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Petani di lereng Gunung Ijen Banyuwangi panen kentang perdana. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Abas turut menyaksikan proses panen tersebut.

Di Kawasan Tawonan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kelompok tani dan Disperta menanam berbagai sayur, seperti kentang, bawang putih, cabai rawit, dan kol.
Sayuran itu ditanam di lahan seluas 50 hektare.

"Pemkab mengajak petani setempat untuk bisa memaksimalkan lahan hutan. Selama jeda waktu penanaman pohon kembali, petani kami ajak untuk menanam berbagai jenis sayuran agar mereka mendapatkan tambahan penghasilan. Salah satunya adalah tanaman kentang yang dipanen saat ini," kata Anas kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/10/2017).

"Pertanian tumpang sari ini bisa berlangsung dua sampai tiga tahun. Setelah pohon-pohon itu tumbuh besar, maka lahan di bawahnya sudah tidak bisa ditanami lagi karena sinar mataharinya akan tertutup oleh pepohonan," kata Anas.

Foto: Ardian Fanani
Ini merupakan pertama kalinya di Banyuwangi mengembangkan tanaman kentang. Dengan binaan Dinas Pertanian Banyuwangi, para petani yang tinggal di kawasan Gunung Ijen, Kecamatan Licin, bisa panen ratusan ton kentang.

"Ini merupakan kawasan binaan pemerintah daerah, sehingga petani di sekitar Gunung Ijen ini, bisa mendapat tambahan pemasukan," kata Anas.

Selain itu, Ijen yang merupakan destinasi favorit di Banyuwangi akan bertambah daya tariknya bila lahan di lereng Ijen bisa dimanfaatkan. Selain sayuran, rencananya pemkab akan mengembangkan taman bunga di sana.

"Wisatawan yang turun Ijen, bisa menikmati suasana lahan sayuran di sana. Mereka bisa melihat lebih dekat beragam tanaman di sini. Setelah lihat sayuran, turun dikit mereka akan ketemu kebun kopi," ujar Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Arief Setiawan, mengatakan ini merupakan pertama kalinya di Banyuwangi mengembangkan tanaman kentang. Tanaman kentang sendiri merupakan tanaman khas dataran tinggi, 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi areal penanaman kentang di Desa Bawonan ini berada di ketinggian 900 mdpl.

"Kami memilih kentang untuk dikembangkan petani karena cocok dengan karakteristik tanahnya. Selain itu nilai ekonomisnya juga tinggi," kata Arief.

Luas lahan kentang yang dipanen petani saat ini 15 hektare kentang, dengan per hektare nya menghasilkan sekitar 30 ton kentang. Dengan demikian panen kali ini bisa menghasilkan 450 ton kentang per masa tanam yang mencapai 90 hari. Dengan harga saat ini per kilogram kentang sebesarRp 6.200, tiap hektare tanaman kentang bisa menghasilkan Rp 246 juta.

"Modal yang dibutuhkan perhektarnya sekitar Rp. 112 juta, keuntungan buat petani cukup bagus," ujar Arief.

Ke depannya, selain tanaman sayuran yang ditanam saat ini, dinas pertanian berama petani akan mengembangkan berbagai jenis buah-buahan khas dataran tinggi seperti strawberry dan jeruk manis. Begitu juga beberapa jenis bunga-bungaan.

"Kami juga akan mengembangkan bibit kentang, karena lebih tinggi nilai ekonomisnya. Kami berharap kawasan ini juga akan ikut mendukung pariwisata untuk kawasan Ijen," pungkas Arief.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed