Tim tersebut tersebar di 36 kecamatan di Madiun Kota/Kabupaten dan Kabupaten Magetan. Di pilihnya 3 wilayah tersebut, sebab banyak warga asing keluar masuk, khususnya di Pondok pesantren di Temboro Magetan.
"Ini upaya kita untuk meminimalisir warga asing dengan memantau semua kegiatan mereka. Kita kerjasama dengan tim di kecamatan bahkan nanti tingkat desa kita taruh tim," jelas Kurniadie, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun di Hotel Aston Madiun, Kamis (5/10/2017).
Imigrasi Madiun Sebar Tim Pora Foto: Sugeng Harianto |
Kurniadie menuturkan pengawasan utamanya dilakukan di Ponpes Al Fatah Temboro yang memiliki lebih dari 19 ribu santri, 800 di antaranya dari luar negeri. Yakni Philipina, Malasya, Thailan, Kamboja, Singapura, Yaman, Brunei Darusalam, Vietnam, Mesir, Syiria serta Yordania.
Menurut Kurnadie, dalam waktu dekat juga akan disiapkan aplikasi online yang diwajibkan kepada setiap hotel untuk memasukkan data tamu WNA.
"Aplikasi online kita siapkan untuk mengetahui tamu asing di hotel-hotel untuk mempermudah layanan kita," tambahnya. (fat/fat)











































Imigrasi Madiun Sebar Tim Pora Foto: Sugeng Harianto