Desainer Ini Kenalkan Motif Baru Batik Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 04 Okt 2017 07:18 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Batik Lamongan tak melulu bermotif bandeng lele. Masih banyak motif lain yang layak dikembangkan. Seorang desainer batik Lamongan berkreasi dengan membuat motif-motif batik dari sejumlah ikon.

Kusnadi Al Rasyid (48), dikenal desainer batik yang kreatif. Kalau selama ini Lamongan selalu identik dengan batik dengan motif bandeng lele, kini Kusnadi memunculkan kreasi Maharani Zoo, Wisata Bahari Lamongan, Kuda Mayangkara, motif laut dan lain-lain.

Kusnadi mengaku ide pembuatan motif batik ini diawali ciri-ciri orang Lamongan yang kemudian ia tuangkan dalam sketsa batik. Setidaknya ada 6 motif batik yang dibuat. "Kalau yang tanpa tema, saya setidaknya sudah menelorkan 16 desain batik," kata Kusnadi kepada wartawan di rumahnya Perum Made Great Residence Kecamatan Kota Lamongan, Rabu (4/10/2017).

Kusnadi yang juga pemilik Butik Dika Collection ini mengaku desain batik ini sudah ditekuni selama 5 tahun dan baru mendalami batik khas Lamongan selama kurang lebih 2 tahun.

Pria kalem ini menuturkan, profesi awalnya adalah seorang penjahit. Dari pengalaman menerima jahitan batik yang tidak sinkron atau kurang pas saat dijahit, Kusnadi memberanikan diri mendesain batik.

"Untuk membuat 1 baju batik, membutuhkan setidaknya 3 minggu," aku Kusnadi yang menerangkan proses terpanjang adalah membuat sketsa batik.

Motif batik Lamongan/Motif batik Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo


Batik Lamongan, lanjut dia, memiliki karakter lain jika dibandingkan dengan batik-batik ddaerah lain. Dari hasil pengamatannya, batik Lamongan seperti kebanyakan sifat orang lamongan, yaitu keras tapi kalem. Sifat keras tapi kalem ini, Kusnadi berusaha menonjolkan dengan menuangkan dalam segi pewarnaan.

"Jadi seperti batik saya, warnanya kan keras, tapi tetap lembut dalam motifnya," terang Kusnadi.

Saat ditanya harga kain batiknya, Kusnadi mengaku harganya berkisar antara Rp 200 ribu- Rp 1,6 juta tergantung motif dan bentuk jahitan batiknya. Untuk medesain batik dan menjalankan usahanya, Kusnadi kini dibantu 6 pembatik khas, 1 pelukis batik yang menuangkan kreasinya dan 6 penjahit.

"Kalau sampai jadi baju, ditambah ongkos jahitnya saja," ujar Kusnadi yang mengaku sudah sering menerima pesanan baju batik dari para pejabat di Lamongan, termasuk Bupati Lamongan.

Dia pun menggunakan media sosial untuk memasarkan produk batik khas Lamongan. Karena Kusnadi memimpikan agar batik lamongan menjadi lebih dikenal masyarakat luas, tak hanya di Lamongan saja. "Mimpi saya adalah membuat batik Lamongan ini go internasional," harap Kusnadi. (fat/fat)