DetikNews
Jumat 29 September 2017, 15:50 WIB

Ruang Tumbuh Kreativitas Masih Minim, Ini Kata Garin Nugroho

Muhammad Aminudin - detikNews
Ruang Tumbuh Kreativitas Masih Minim, Ini Kata Garin Nugroho Foto: Istimewa
Malang - Ruang tumbuh kreativitas dan bakat di Indonesia masih minim. Padahal seni pertunjukan yang ada di negara ini memerlukan ruang pertumbuhan seperti ruang kreatif. Mengapa?

"Karena bakat, sumber daya manusia dan keinginan merepresentasikan diri anak muda sangat tinggi, tapi ruang tumbuh tidak sebanding. Tanggungjawab kita mencarikan ruang tumbuh bagi anak-anak muda Indonesia berkreativitas," kata Sutradara film Garin Nugroho Riyanto atau yang lebih dikenal dengan Garin Nugroho dalam program 'Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia' yang digagas Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Nugroho, Jumat (29/9/2017).

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya menggelar program ruang kreatif yang mencari bakat-bakat seniman muda baru. Harapannya, melalui program ini bisa melahirkan para seniman muda Indonesia di dunia seni pertunjukan yang mampu bersaing dengan seniman di dalam maupun luar negeri.

Tahun 2016, program ini sukses dijalankan di empat kota besar di Indonesia. Tahun ini, program bertujuan menumbuhkan bakat-bakat baru kreator seni pertunjukan Indonesia, digelar di Malang, Kudus, Padang Panjang dan Bandung.

Garin menyebut percepatan teknologi baru menimbulkan gegar budaya teknologi sehingga regenerasi mengalami kesulitan. Untuk itu, tugas utama pihaknya adalah merekatkan dengan workshop seperti yang dilakukan dengan memberikan apresiasi pada anak-anak muda, sehingga tidak menimbulkan sejarah yang terputus.

"Kita ambil bagian untuk mendorong ruang-ruang pertumbuhan itu. Jika tidak, akan terjadi pertumbuhan komunitas seni dan teknologi yang luar biasa sekali tapi ruang-ruang pertumbuhan tidak terjadi sehingga tidak menghasilkan produktivitas. Saat ini era komunitas, tapi ruang tumbuh mengekspresikan sangat minim dan harus diseimbangkan," ujarnya.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menjelaskan program Ruang Kreatif telah rutin diadakan di Galeri Indonesia Kaya selama hampir dua tahun.

"Tahun lalu, bersama Garin Nugroho, kami membuat program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, dengan harapan dapat menemukan dan melahirkan bakat-bakat baru kreator seniman muda Indonesia. Melihat antusiasme kelompok seni yang tersebar di Indonesia, kami mengadakan kembali program Bincang Seni sehingga proses regenerasi di bidang seni pertunjukan Indonesia tetap ada," tambahnya.

Di Malang, Garin Nugroho menggandeng Ratna Riantiarno yang dikenal sebagai produser Teater Koma.

"Kesuksesan dan pencapaian Teater Koma selama 40 tahun tak lepas dari dukungan dan loyalitas krew dan pemain di Teater Koma. Tak hanya itu, relasi yang baik dengan para pihak pun dibutuhkan untuk menjaga agar kelompok seni tetap bertahan. Inilah yang ingin kami bagikan kepada kreator/seniman muda Indonesia, semoga materi yang disampaikan dalam program ini dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh para peserta Bincang Seni Pertunjukan Indonesia pada hari ini," ujar Ratna Riantiarno.

Program ini terbuka untuk seniman muda Indonesia dengan usia maksimal 30 tahun dan tergabung dalam komunitas seni. Mempunyai gagasan pementasan dituangkan dalam 'Proposal Art Project'. Peserta dapat mengikuti ruang kreatif dengan cara mengirimkan proposal yang berisi gagasan pementasan dan mengisi serta mengirimkan formulir melalui email paling lambat 30 Oktober 2017.

Sebanyak 25 peserta terseleksi yang diwakili oleh pimpinan produksi kelompok komunitas seni berhak mengikuti workshop di Galeri Indonesia Kaya 19-22 November di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed