Siapa Cawagub yang Diinginkan Gus Ipul, Anas atau Emil?

Pilgub Jatim 2018

Siapa Cawagub yang Diinginkan Gus Ipul, Anas atau Emil?

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 19 Sep 2017 19:34 WIB
Siapa Cawagub yang Diinginkan Gus Ipul, Anas atau Emil?
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sudah memastikan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Namun, hingga saat ini belum ada satu nama cawagub yang dipastikan mendampinginya.

Di Jawa Timur, ada dua nama yang berpeluang akan mendampingi Gus Ipul. Ada nama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

Gus Ipul sendiri mengaku, kedua nama di atas mempunyai prestasi dan memenuhi kriteria yang diinginkannya sebagai pendampingnya dalam Pilgub Jatim 2018.

Berikut tanya jawab dengan Gus Ipul terkait siapa yang diinginkannya sebagai Cawagub untuk Pilgub Jatim 2018 usai menjadi pembicara di sebuah seminar di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (19/9/2017).

Kalau disuruh pilih,Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Trenggalek Emil Dardak yang pantas sebagai pendamping?
Saya tidak bisa memutuskan sendiri karena harus berbicara dengan segenap pimpinan partai

Tanggapan soal kans Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub?
Beliau bagus sekali, punya kapasitas, punya prestasi sudah dua periode. Dari syarat syarat apa yang diperlukan terpenuhi semua

Bagaimana dengan Emil Dardak?
Sama juga, orang hebat juga. Pak Emil bedanya baru 3 tahun (menjabat sebagai Bupati Trenggalek?

Lebih sreg atau lebih pas dengan siapa?
Lho kok bicara sreg, jangan sampai mancing mancing

Kapan deklarasi Cawagub?
Belum tahu, kalau saya ditanya itu saya belum tahu tapi yang jelas dalam tahap mematangkan koalisi. Kita matangkan melakukan pertemuan resmi dan banyak tidak resminya pertemuan pimpinan partai. Kita tunggu setelah partai koalisi tuntas baru bahas cawagub

Bila Mensos Khofifah Indar Parawansa maju, tanggapannya?
Menurut saya tidak masalah. Semua orang punya hak, saya tidak komentar 1-2 orang, semua punya hak. Yang diminta ulama, para kiai adalah berbagi peran itu saja, kalau bisa berbagi peran bagus. kalau tidak ya mau bagaimana lagi (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini