DetikNews
Rabu 06 September 2017, 08:49 WIB

Ini Penemu Gas Elpiji untuk Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Sugeng Harianto - detikNews
Ini Penemu Gas Elpiji untuk Bahan Bakar Mesin Pompa Air Nurdyan Aji Jaelani memenangkan lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tahun 2015/Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Banyak petani di Magetan memanfaatkan bahan bakar gas untuk menggerakkan mesin pompa air. Teknologi itu ternyata ciptaan alumni SMK Negeri Kartoharjo.

Dia adalah Nurdyan Aji Jaelani (20) lulus tahun 2015. Dyan sapaan akrabnya mengaku, ide tersebut telah muncul saat dia dipercaya sebuah bengkel mobil di Jepara.

Nurdyan menjelaskan, pada awalnya alias masa percobaan hanya membuat satu mesin pompa berbahan elpiji. Kini, modifikasi tersebut menjadi andalan petani saat musim kemarau untuk mengairi lahan pertaniannya.
Nurdyan Aji Jaelani lulusan SMK Negeri Kartoharjo,Nurdyan Aji Jaelani lulusan SMK Negeri Kartoharjo, Foto: Sugeng Harianto

"Dulu waktu percobaan hanya membuat sampel satu, sekarang mayoritas sudah mengunakan bahan bakar gas elpiji untuk mesin pompa air," kata Nurdyan saat dihubungi, Rabu (6/9/2017).

Dyan menuturkan, sistem kerja karburator untuk mengkabutkan bahan bakar dari bensin menjadi gas, menjadi awal ide kreatifnya ini. Bahwa bahan bakar gas bisa dibakar dikarenakan adanya oksigen. Dari persamaan bahwa bahan bakar gas elpiji dengan gas bensin bisa di kabutkan melalui karburator.

Baca Juga: Petani Magetan Gunakan Elpiji untuk Bahan Bakar Pompa Air Sawah

"Saya punya pemikiran bahwa bahan bakar gas bisa dibakar karena adanya oksigen, terus saya juga membandingkan bahwa karburator untuk mengkabutkan bahan bakar bensin menjadi gas," jelas Dyan.
Penghargaan yang diterima Nurdyan Aji Jaelani/Penghargaan yang diterima Nurdyan Aji Jaelani/ Foto: Sugeng Harianto

Lebih rinci Dyan menuturkan, bahwa ada dua versi dan teknologi generasi pertama yg harus dipancing mengunakan bensin premium dan ada generasi kedua tanpa pemancingan premium dan murni menggunakan gas elpiji.

Bedanya pada alat yang digunakan bila yang mengunakan gas elpiji murni tanpa pancingan premium mengunakan alat tambahan kevakuman, sehingga ketika mesin yang diputar gas dapat mengimbanginya.

Hal ini dimaksud oleh Dyan alat tambahan yang digunakan yakni keran vakum. Bila mesin pada langkah hisap pertama kerannya yang bekerja sehingga campuran antara gas dengan udara seimbang sehingga mesin bisa menyala.

Sementara guru pendamping ekstrakurikuler SMK Negeri Kartoharjo, Martinah, mengenal Nurdyan adalah siswa berprestasi lulus pada 2015 silam. Terbukti, Nurdyan mampu mendapatkan Juara 3, lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tahun 2015 Bidang Agribisnis, Energi dan Teknologi Informasi Komunikasi.

"Memang anaknya kreatif kita juga bangga padanya. Sayang kemarin tidak ada biaya untuk meneruskan kuliah," tutur Martinah terpisah.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed